Manado, Barta1.com – Gedung Aula Prof. Tenda Politeknik Negeri Manado (Polimdo) disemarakkan oleh Panen Raya Berdikari, sebuah agenda yang menampilkan ragam hasil penelitian serta produk inovatif karya mahasiswa dan dosen Polimdo. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu (18–19/11/2025), menjadi ruang bagi para inovator untuk menyajikan buah pikir dan karya terbaik mereka.

Ketua Panitia Panen Raya Berdikari 2025 Polimdo, Melky Paendong, SE., MBA, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting untuk mempromosikan hasil riset dan inovasi sivitas akademika.

“Seluruh peneliti dari Polimdo hari ini boleh menampilkan atau mendiseminasikan hasil-hasil inovasi penelitian mereka dalam kegiatan Panen Raya Berdikari. Kita melihat bagaimana karya-karya ini berkontribusi bagi bela negara dan semesta,” ujarnya.

Melky menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar sebuah acara, melainkan bentuk nyata dari filosofi luhur tanah Minahasa, yaitu Mapalus.
“Mapalus adalah falsafah gotong royong, kebersamaan, dan solidaritas,” tuturnya, sembari menjelaskan bahwa semangat ini menjadi fondasi kolaborasi pentahelix di Sulut, yang melibatkan akademisi, pemerintah, dunia usaha, industri, komunitas, dan media.
Ia juga mengungkapkan bahwa program Berdikari merupakan inisiatif dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Teknologi. Polimdo termasuk dalam 11 provinsi terpilih di Indonesia untuk melaksanakannya dengan fokus pada aksi bela negara.
Melky berharap rangkaian pameran vokasi yang menampilkan beragam inovasi dapat mendorong pengembangan potensi ekonomi daerah.
“Tujuan kegiatan ini adalah membumikan sains. Hasil-hasil penelitian jangan hanya berhenti di laboratorium, tetapi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Atas nama panitia, Melky mengucapkan selamat menikmati seluruh rangkaian acara seperti diskusi publik, pameran expo, kuliah umum, sosialisasi, promosi Polimdo, hingga PBL expo. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pimpinan Polimdo dan kementerian atas dukungannya.
Dalam wawancara lanjutannya, Melky memaparkan bahwa kegiatan ini mengundang sekitar 50 tamu, dengan total peserta mencapai lebih dari 500 orang dan target hingga 1.000 peserta selama dua hari pelaksanaan. Dari 20 hasil penelitian yang dipamerkan, tiga di antaranya merupakan inovasi unggulan program Berdikari, sementara sisanya adalah penelitian berprestasi yang mendapatkan pendanaan nasional, termasuk dari program BIMA dan lain – lainnya.
Melky menutup dengan harapan agar inovasi daerah terus berkembang melalui kolaborasi pentahelix, dan menyebut bahwa agenda ini merupakan program berkelanjutan.
Polimdo Panen Karya Lewat Tridharma
Direktur Polimdo, Dra. Mareyke Alelo, MBA, menyampaikan rasa syukurnya bahwa panen tidak hanya dilakukan oleh para petani, tetapi juga oleh perguruan tinggi melalui karya-karya inovatif mahasiswa dan dosen.
“Karya-karya kehidupan yang biasanya tersimpan dalam jurnal kini ditampilkan dalam bentuk fisik, menjadi produk yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.
Ia mencontohkan suksesnya kerja sama Polimdo dengan ILO dan pemerintah Inggris melalui pembangunan Desa Budo di Minahasa Utara. Desa yang dulu tampak biasa ini mampu berkembang pesat berkat potensi mangrove dan coral-nya, hingga masuk 10 besar desa wisata terbaik di Indonesia sekitar dua tahun lalu.
“Keberhasilan ini terwujud karena seluruh jurusan di Polimdo terlibat. Dari pariwisata, teknik elektro, teknik mesin, administrasi bisnis, hingga akuntansi, semuanya bersinergi untuk memajukan Desa Budo,” tambahnya.
Selain itu, Polimdo juga membantu desa-desa lain seperti Darunu dan Kulu melalui penelitian, pengabdian, serta program Project Based Learning yang memberi mahasiswa pengalaman nyata dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.
Apresiasi Kementerian, kampus harus berdampak nyata.
Dr. Hadi Aris Winata, MM, Kepala Tata Usaha Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, turut memberikan apresiasi mendalam terhadap pelaksanaan Panen Raya Berdikari.
“Atas nama Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, kami mengucapkan terima kasih karena dapat hadir dalam momen luar biasa ini,” ujarnya.
Dr. Hadi menegaskan bahwa program Berdikari merupakan kerja sama antara Kemendikbud Ristek dan LPDP untuk memastikan bahwa kampus tidak hanya berdampak saat publikasi, tetapi juga melalui penerapan teknologi bagi masyarakat.
Di Polimdo sendiri, ia menyebut ada tiga inovasi utama program Berdikari, di antaranya mesin pengolahan gula semut, mesin pengolahan ikan cakalang dan teknologi pencacah plastik.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan kementerian, pemerintah provinsi, SMA/SMK, mahasiswa, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post