Manado, Barta1.com – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Cindy Wurangian, menyoroti capaian BSG (Bank Sulut Gorontalo) pada saat pembahasan KUA dan PPAS APBD Provinsi Sulut bersama TAPD, bertempat di Ruang Paripurna DPRD Sulut, Jumat (14/11/2025).
Dalam rapat tersebut, Cindy mempertanyakan pendapatan lain-lain yang sah, khususnya dividen dari BSG.
“Pertama, saya ingin bertanya terkait pendapatan lain-lain yang sah. Pak Sekprov juga menjawab bahwa yang aktif saat ini adalah dividen dari BSG. Pertanyaan saya, mengapa untuk tahun 2025, dengan tahun buku 2024, di mana dividen yang diberikan sekitar 70 miliar?” ujarnya.
Ia menambahkan, banyak pemberitaan media yang menonjolkan kinerja gemilang BSG.
“Judul-judulnya luar biasa, seperti ‘Pencapaian BSG Paruh Pertama 2024 Melejit, Melebihi Target Hingga Hampir 50 Persen’. Ketika membaca berita itu tentu responnya positif, berarti mereka benar-benar bekerja keras. Itu pun beberapa kali ditegaskan oleh Bapak Gubernur,” jelas Cindy.
“Namun yang menjadi pertanyaan, mengapa target dividennya relatif sama, padahal kita tahu kinerja mereka naik cukup signifikan?”
Menanggapi hal tersebut, Sekprov Tahlis Galang menjelaskan bahwa mekanisme regulasi penganggaran dividen tunai BSG tetap mengacu pada penetapan tahun sebelumnya.
“Karena tutup buku kita di akhir Desember, kita belum mendapatkan angka pasti terkait nilai keuntungan BSG untuk tahun ini. Kami sudah berkomunikasi dengan pihak BSG, dan secara bruto keuntungan kemungkinan besar akan melebihi tahun lalu,” terang Tahlis.
Namun, Tahlis menyebutkan ada beberapa komponen yang menjadi beban tahun berjalan.
“Tantiem kesejahteraan karyawan, komisaris, dan direksi tahun lalu dibebankan pada keuntungan tahun ini. Berdasarkan perhitungan kami, setelah tantiem dibayarkan, BSG kemungkinan masih memiliki keuntungan sekitar 3 miliar. Tidak semuanya bisa dibagi sebagai dividen tunai karena sebagian harus ditahan sebagai dividen modal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dividen modal biasanya sekitar 25 persen dari total keuntungan.
“kalau 200 miliar dibagi dengan komposisi saham. Sulit memiliki komposisi sebesar 33 persen. 33 x 2 sekitaran tuju puluhan. Kami meyakini akan terjadi penyesuaian,” tutup Tahlis. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post