Tolitoli, Barta1.com – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tolitoli, bersinergi dengan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, menunjukkan gerak cepat dan daya respons tinggi melalui program kemanusiaan “Solidaritas Tanpa Tunda”.
Aksi penyaluran energi empati dalam bentuk 70 paket sembako vital bagi masyarakat yang terputus akses akibat dampak bencana banjir di Kabupaten Tolitoli. Bantuan ini disalurkan pada Kamis (30/10/2025), menegaskan komitmen PLN melampaui sekadar penyediaan suplai listrik.
Sasarannya difokuskan pada dua titik krusial yang mengalami dampak terparah, yaitu Kelurahan Tuweley dan Kelurahan Nalu, yang keduanya berada di Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli. Lokasi-lokasi ini memerlukan intervensi cepat untuk memulihkan kestabilan kehidupan warga.
Tim gabungan PLN dan YBM PLN langsung bergerilya mendatangi rumah-rumah warga, memastikan bantuan tersalurkan secara presisi dan tepat sasaran kepada mereka yang masih berjuang dalam fase pemulihan daya pasca-bencana.
Paket bantuan yang disalurkan merupakan kebutuhan primer untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat yang terdampak. Isi paket meliputi kebutuhan pokok esensial seperti beras, minyak goreng, telur, serta kebutuhan pangan strategis lainnya.
Harapannya, transfer energi positif ini mampu meringankan beban operasional rumah tangga warga yang terhenti oleh gangguan banjir, sehingga mereka dapat lebih fokus pada upaya reaktivasi kehidupan sehari-hari.
Manajer PLN UP3 Tolitoli, Icuk Sulistianto, menegaskan inisiatif ini adalah manifestasi dari empati mendalam dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) terhadap komunitas di sekitar wilayah operasional PLN.
Ia menekankan kehadiran PLN tidak hanya terukur dari tingkat keandalan jaringan listrik, tetapi juga dari kapasitas perusahaan untuk hadir sebagai mitra vital saat masyarakat berada dalam kondisi darurat.
“Kami tidak hanya hadir dalam menjaga keandalan listrik dan kestabilan sistem kelistrikan, tapi juga ingin hadir di tengah masyarakat saat mereka membutuhkan,” ungkap Icuk.
Ia berharap, bantuan ini dapat berfungsi sebagai booster semangat bagi warga untuk bangkit kembali setelah musibah.
“Ini adalah wujud nyata kepedulian kami, agar masyarakat merasa tidak sendirian menghadapi situasi sulit ini. PLN adalah bagian dari denyut nadi Tolitoli,” tegasnya, memperkuat koneksi emosional perusahaan.
Achmad Muhaemin, Perwakilan YBM PLN UP3 Tolitoli, memberikan penjelasan teknis terkait sumber dana. Ia menerangkan dana bantuan ini adalah amanah murni dari zakat, infak, dan sedekah yang secara kolektif dikumpulkan dari seluruh pegawai PLN, yang kemudian didistribusikan melalui mekanisme YBM PLN.
Aksi ini menunjukkan bagaimana solidaritas internal di PLN diterjemahkan menjadi aksi nyata yang memberikan dampak penerangan sosial secara luas.
Menanggapi aksi cepat ini, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Suluttenggo, Usman Bangun, menyatakan kecepatan tanggap ini selaras dengan komitmen fundamental PLN sebagai perusahaan yang peduli lingkungan sosial. Ia menyebut musibah ini sebagai perhatian serius yang menuntut respons tanpa jeda.
“Solidaritas dan kecepatan dalam membantu adalah kunci,” ujar Usman.
Lebih lanjut, Usman Bangun menyoroti bahwa aksi ini adalah cerminan nyata dari Budaya AKHLAK, khususnya nilai Harmonis dan Loyal, yang menjadi kode etik operasional setiap insan PLN.
“Kami selalu berupaya memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, tidak hanya melalui layanan kelistrikan yang andal, tetapi juga melalui kepedulian sosial,” tutupnya, menegaskan PLN adalah sumber daya yang terintegrasi dengan kehidupan masyarakat Tolitoli.
Rasa terima kasih dan haru yang mengalir datang dari salah satu penerima bantuan, Ibu Fatimah (52), warga Kelurahan Nalu, yang menyampaikan apresiasi atas kepedulian cepat PLN.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Terima kasih banyak kepada PLN dan YBM PLN yang begitu peduli dan cepat membantu kami yang terdampak banjir. Semoga kebaikan ini dibalas,” kata dia. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post