Manado, Barta1,com — Momen bahagia dan haru mewarnai proses wisuda 306 mahasiwa dan mahasiswi Universitas De La Salle Manado. Para Lassalian ini dinilai istimewa, karena bisa melewati masa-masa sulit dan hadapi tantangan konvergensi teknologi.
Alunan Gaudeamus Igitur dibawakan dengan penuh makna oleh Paduan Suara Unika De La Salle membuka rapat senat wisuda, di Ballroom Hotel The Centra Minahasa Utara Kamis (13/11/2025) pagi. Setelah para senator memasuki ruang wisuda, prosesi pelulusan dari 7 Fakultas dan 13 Program Studi pun dimulai.
Ratusan wisudawan satu per satu dipanggil ke depan, kemudian secara simbolis Rektor memindahkan tali mortarboard sebagai simbolisasi mereka sudah lulus dari pejalanan panjang studi yang penuh tantangan.
Dalam sambutan, Rektor Unika De La Salle Dr Gregorius Hertanto Dwi Wibowo SS MTh mengapresiasi. Para wisudawan kata dia, sukses melewati masa-masa yang sulit.
“Ini bisa dibilang angkatan istimewa, sebagian dari mereka bisa melewati masa Covid-19, ketika mereka mulai kuliah. Mereka telah keluar dari kesusahan besar, begitu kata Kitab Wahyu,” ujar Gregorius mengutip Kitab Suci.
Tidak sampai situ, mahasiswa-mahasiswi yang diwisuda turut melewati perkembangan teknologi yang disebut rektor amat cepat.
“Teknologi digital yang tentunya mempengaruhi proses belajar-mengajar mereka, mereka bahkan saksi sejarah bagaimana artificial intelegence atau AI mulai memasuki sendi-sendi dunia akademik,” kata Gregorius.
Kadang menurut dia, perubahan itu membingungkan. Tetapi satu hal pasti, apa yang dilewati telah membuat mereka menjadi kreatif, bijaksana dan mengubah kesulitan menjadi tantangan yang harus dilewati.

Begitulah para wisudawan ini, lanjut dia, telah melewati proses yang mengukuhkan mereka sebagai Lasallian sejati. Ini adalah sematan bagi siapa saja yang mewarisi dengan jiwa dan semangat Santo Yohanes Baptis De La Salle. Sang Santo adalah Orang Suci Umat Katolik yang menjadi reformator pendidikan. Ia mengalirkan kasih Kristus dalam proses edukasi berkelanjutan bagi kaum papa.
“Mahasiswa-mahasiswi ini tidak hanya dididik dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam perikemanusian sesuai dengan jiwa dan semangat Lasallian. Pendidikan adalah semangat suci untuk mengubah hidup menjadi kasih sayang,” jelas Rektor.
Mulai tahun 2025, Unika De La Salle Manado juga mencetuskan tradisi baru dalam wisuda. Di mana kata Gregorius, saat itu juga semua ijazah asli dan transkrip nilai sudah berada dalam map dan langsung diterima. Sehingga tanda kelulusan itu bisa langsung ditunjukan kepada orang tua.
Genap 25 tahun mengabdi dalam khazanah pendidikan Sulawesi Utara dan Indonesia, Unika De La Salle Manado pun dengan bangga menyatakan telah memiliki visi-misi jangka panjang, mencapai 25 tahun ke depan. Hal itu dicantumkan dalam rencana induk jangka panjang universitas.
“Tahun ini adalah langkah awal dari renstra 5 tahun, 2025-2030. Kemudian 4 visi dijabarkan dalam tata kelola yang kuat, unggul dalam pembelajaran, berdampak pada nilai Lasallian sebagai identitasnya,” kata Gregorius. (**)
Peliput:
Ady Putong


Discussion about this post