Jakarta, Barta1.com – PT PLN (Persero) memproyeksikan program Electrifying Agriculture (EA) sebagai strategi fundamental untuk mendorong transisi energi berkelanjutan sekaligus memperkokoh ketahanan ekonomi masyarakat.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, baru-baru menegaskan inisiatif ini membuktikan bahwa energi listrik adalah aset produktif yang mampu meningkatkan nilai tambah pada sektor pertanian.
Darmawan Prasodjo menyoroti peran PLN yang melampaui penyediaan kebutuhan dasar kelistrikan.
“PLN tidak hanya menghadirkan listrik sebagai kebutuhan dasar, tetapi juga sebagai penggerak produktivitas ekonomi rakyat,” ujar Darmawan. Melalui EA, PLN memfasilitasi petani mengadopsi teknologi modern berbasis listrik yang dikenal efisien dan ramah lingkungan.
Visi tersebut telah terwujud nyata di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, di mana Kelompok Tani Krekleli berhasil meningkatkan yield panen bunga krisan dari 60 persen menjadi 90 persen berkat solusi kelistrikan dari PLN.
Penggunaan pompa air listrik dan penerangan green house telah memastikan siklus produksi yang lebih stabil dan terkontrol, menjadi model percontohan bagi sektor agrikultur lainnya.
Keberhasilan petani Tomohon, yang kini menikmati lonjakan penghasilan hingga Rp15 juta per bulan setelah memanfaatkan daya 5.500 VA, menjadi indikator keberhasilan utama program EA.
Darmawan menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan ini adalah output dari pemanfaatan energi yang tepat guna, menegaskan komitmen PLN terhadap rakyat.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menyatakan eksekusi lapangan program EA ini disandingkan dengan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Integrasi layanan ini bertujuan memastikan peningkatan produktivitas dan kemandirian energi di sektor pertanian dapat terwujud secara holistik.
Usman menegaskan, keberhasilan elektrifikasi pertanian krisan di Tomohon adalah wujud nyata dari sebuah transisi energi yang tidak hanya fokus pada bauran energi hijau, tetapi juga mampu mengerek naik taraf hidup masyarakat.
“Kami akan terus memperluas program ini ke berbagai daerah agar manfaat daya listrik dirasakan semakin luas,” ujar Usman.
Lebih lanjut, Usman menjelaskan kehadiran PLN di Tomohon melampaui penyediaan infrastruktur dasar. PLN secara aktif mendampingi petani melalui edukasi dan solusi teknis untuk menjamin pemanfaatan energi yang optimal dan efisien.
Fokus utama adalah optimalisasi pertumbuhan bunga melalui sistem penerangan yang memadai dan terkontrol.
Program EA dan TJSL PLN tidak hanya menyasar tanaman, namun juga mencakup peternak dan kelompok usaha lain yang membutuhkan teknologi kelistrikan untuk efisiensi.
Usman menyimpulkan, misi PLN adalah menciptakan ekosistem berkelanjutan di mana listrik berfungsi sebagai katalisator utama untuk meningkatkan produktivitas, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dan pada akhirnya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara komprehensif. (**)
Editor: Ady Putong


Discussion about this post