SANGIHE, BARTA1.COM – Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, menegaskan tidak ada ruang bagi tindakan kekerasan dan anarki dalam sepak bola.
Pernyataan ini disampaikan Thungari menanggapi insiden pemukulan terhadap wasit yang terjadi usai laga antar club pada pertandingan Dandim Cup belum lama ini di Lapangan Gesit Tahuna, Selasa (4/11/2025).
“Kita sudah mengevaluasi Komite Wasit. Sementara ini dipegang oleh Pak Sekretaris. Wasit yang bertugas kemarin juga akan dievaluasi,” kata Thungari, yang juga menjabat sebagai Bupati Kepulauan Sangihe, Rabu, (5/11/2025).
Menurut dia, Komite Disiplin akan memeriksa keterangan dari wasit yang terlibat untuk mengetahui duduk perkara insiden di lapangan. “Hasilnya akan ditentukan sesuai dengan keputusan komite disiplin wasit,” ujarnya.
Thungari menegaskan, segala bentuk kekerasan tidak bisa ditoleransi. “Tentu tindakan apa pun yang melibatkan pemukulan atau anarki tidak mendapat tempat di PSSI. Hal-hal seperti itu akan dievaluasi dan diberi sanksi,” ucapnya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar proses evaluasi dilakukan secara proporsional. “Tapi kan ada asap, ada api. Jadi nanti akan dikoordinasikan juga dengan wasit itu sendiri,” kata Thungari.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post