Boltim, Barta1.com — Ketegangan melanda kawasan tambang emas di Desa Tobongon, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Rabu (5/11/2025) sore. Dua kelompok penambang terlibat bentrokan sengit hingga menyebabkan lima camp pekerja ludes terbakar.
Kericuhan tersebut diduga dipicu oleh perselisihan antara kelompok penambang lokal yang menamakan diri Modayag Bersatu dengan kelompok pekerja asal Tompaso dan Dumoga. Persoalan batas lahan tambang di kawasan Gunung Tinggi tersebut menjadi pemicu utama bentrokan yang berujung pembakaran fasilitas camp tambang emas di lahan milik Lam Matiala yang saat ini dikelola oleh Hendra Yakob.
Informasi lapangan menyebutkan, kejadian bermula saat ratusan massa dari kelompok Modayag Bersatu berkumpul di pertigaan jalan masuk Desa Tobongon sekitar pukul 15.00 Wita. Massa kemudian bergerak menuju lokasi tambang emas untuk mencari pekerja luar daerah yang dianggap melanggar batas wilayah tambang.
Aparat kepolisian dari Polres Boltim bersama Polsek Modayag berupaya menenangkan situasi. Namun, emosi massa yang sudah memuncak sulit dikendalikan. Sekitar pukul 17.40 Wita, bentrokan pecah hebat hingga lima unit camp milik para pekerja dibakar.
Kapolsek Modayag, AKP Agus Hamadjen, membenarkan adanya insiden tersebut. “Benar, ada kejadian di tambang emas Tobongon Boltim, tapi malam ini situasi sudah terkendali. Anggota Polres Boltim masih berjaga di lokasi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu, (5/11/2025) malam.
Saksi mata di lokasi mengatakan, sumber konflik bermula dari lubang tambang dua kelompok yang saling menembus. “Lubangnya tembus ke lokasi lain, itu yang bikin mereka saling serang,” ungkapnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran lima camp penambang di tambang emas Tobongon menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Menjelang malam, situasi di lokasi berangsur kondusif. Namun, aparat keamanan tetap disiagakan untuk mengantisipasi bentrokan susulan.***
Peliput : Angga Rasid


Discussion about this post