Manado, Barta1.com – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Louis Carl Schramm, menyoroti sejumlah permintaan Rumah Sakit Khusus Infeksi Kita Waya. Sorotan tersebut disampaikannya saat pembahasan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan dan jajaran direktur Rumah Sakit Daerah Provinsi Sulut, di Ruang Komisi IV DPRD Sulut, Selasa (8/9/2026).
Rumah Sakit Khusus Infeksi Kita Waya saat ini dipimpin oleh Kethlin C. Mewo, S.Tr.Kes., M.AP., selaku Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur.
Dalam pembahasan tersebut, Louis menilai terlalu banyak permintaan yang diajukan pihak rumah sakit.
“Di sini ada AC, Aqua satu PK. Ini berapa unit?” tanya Louis.
Namun, jawaban atas pertanyaan tersebut sempat terlambat diberikan. Kondisi itu membuat Ketua Fraksi Gerindra Sulut tersebut terlihat geram, terutama ketika melihat sejumlah staf yang duduk di bagian belakang jajaran pimpinan Rumah Sakit Kita Waya.
“Ini pimpinan rumah sakit sedang fokus. Di belakang sedang bercerita. Kalau hanya berbicara, silakan pulang, jangan hanya di situ untuk duduk-duduk,” tegas Louis.
Beberapa menit kemudian, Plt. Direktur Kethlin C. Mewo akhirnya menjawab bahwa terdapat sebanyak 12 unit AC berkapasitas 1 PK.
Jawaban tersebut langsung ditanggapi Louis dengan menghitung estimasi anggaran yang dibutuhkan.
“1 PK, 12 unit. 1 PK Aqua satu unit itu sekitar Rp4–5 juta. Di sini sekitar Rp78 juta. Tolong diperhatikan ini, betul tidak?” ujarnya.
Tak hanya menyoroti pengadaan AC, Louis juga mempertanyakan belanja modal untuk komputer.
“Terus belanja modal untuk komputer juga,” ujar Louis.
“Iya, benar,” jawab Kethlin.
Louis kemudian menegaskan bahwa berbagai usulan belanja tersebut perlu diperjelas secara rinci agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Ini terlalu banyak. Ini harus diperjelas. Sekian-sekian itu harus diperjelas, supaya tidak ada dusta di antara kita. Karena Rumah Sakit Kita Waya ini pasiennya hampir tidak ada. Kong mau tambah ini, tambah itu, sedangkan rumah sakit lain masih banyak membutuhkan,” imbuhnya.
Ia pun menegaskan bahwa apabila pihak rumah sakit ingin melakukan perubahan dan pembenahan, hal tersebut harus dilakukan secara sungguh-sungguh, termasuk dalam melihat kebutuhan dan penggunaan anggaran.
“Jika mau membenahi diri, harus betul-betul membenahi diri,” kata Louis.
Pernyataan tersebut kemudian ditanggapi singkat oleh Plt. Direktur Rumah Sakit Kita Waya.
“Siap, Bapak,” jawab Kethlin. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo

Discussion about this post