Poso, Barta1.com — PT PLN (Persero) kembali menegaskan perannya sebagai pilar utama pemerataan energi nasional melalui program “Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan”.
Program inisiatif sosial korporat ini berhasil menuntaskan penyambungan listrik gratis untuk 62 keluarga tidak mampu di Sulawesi Tengah, termasuk 20 keluarga di Kabupaten Poso.
Salah satu penerima manfaat adalah Ni Wayan Jarniti di Desa Tangkura, yang rumahnya kini terintegrasi dengan jaringan listrik PLN setelah dua tahun hanya mengandalkan pencahayaan primitif non-listrik.
Penyambungan ini melambangkan peningkatan rasio elektrifikasi aktual pada skala mikro di wilayah Poso. Sebelum intervensi PLN, keluarga seperti Ni Wayan hidup dalam kondisi non-elektrifikasi total, memaksa mereka untuk bergantung pada sumber daya non-listrik seperti pelita minyak, yang memiliki efisiensi energi dan keamanan yang rendah.
Data penyaluran ini secara langsung merefleksikan target eliminasi non-akses listrik di daerah terpencil.
Program yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80 ini secara efektif menunjukkan kapasitas transmisi harapan dan daya sosial dari internal perusahaan. Total 62 keluarga di Sulawesi Tengah menjadi penerima manfaat, di mana setiap instalasi yang terpasang mewakili sebuah titik penyambungan baru dalam peta keadilan energi.
Inisiatif ini didorong oleh semangat gotong royong insan PLN yang menyisihkan sebagian rezekinya sebagai dana infrastruktur sosial.
Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo, menjelaskan bahwa penyaluran daya listrik gratis ini merupakan salah satu output strategis dari komitmen energi berkeadilan.
“Semangat gotong royong melalui program ‘Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan’ ini merupakan salah satu komitmen PLN untuk terus menghadirkan listrik bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali,” tegas Rizal, menggarisbawahi aspek mandat sosial korporasi.
Menurut Rizal, kehadiran listrik di rumah tangga kurang mampu adalah investasi fundamental yang melampaui fungsi penerangan. Energi listrik berfungsi sebagai input vital yang dapat menstimulasi produktivitas, meningkatkan akses ke informasi, dan secara keseluruhan menaikkan potensi ekonomi keluarga penerima.
PLN meyakini bahwa setiap kilowatt-hour yang disalurkan adalah fondasi bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di daerah operasionalnya.
Di tingkat operasional regional, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Usman Bangun, memastikan komitmen zero-gap dalam akses listrik di seluruh wilayah kerjanya.
“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang tertinggal dari akses listrik. Ini adalah bentuk nyata PLN hadir untuk negeri,” kata Usman.
Dengan mengalirkan energi ke titik-titik termiskin, PLN tidak hanya mencapai target bisnis, tetapi juga memenuhi fungsi pelayanan esensial negara, menjamin bahwa terang telah menjadi hak yang terealisasi bagi masyarakat yang paling membutuhkan.
Komitmen yang selaras dengan upaya PLN untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan dan memperluas radius jangkauan jaringan.
Proses penyalaan listrik di Desa Tangkura merupakan bagian dari sebuah aksi koordinatif nasional. Secara serentak di seluruh unit PLN se-Indonesia dalam rangka HLN ke-80, terjadi aktivitas penyambungan masal. Data agregat menunjukkan bahwa, secara nasional, program “Berbagi Cahaya” telah memberikan pemasangan listrik gratis kepada lebih dari 8.000 keluarga tidak mampu.
Capaian 8.000+ sambungan ini menegaskan skala dampak sosial dari inisiatif internal PLN, menunjukkan bahwa distribusi daya listrik juga merupakan instrumen pembangunan inklusif. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post