Poso, Barta1.com– Akselerasi pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Sulawesi Tengah (Sulteng) tidak hanya membutuhkan megawatt (MW) dari pembangkit, tetapi juga energi dari talenta muda.
Hal krusial ini disampaikan oleh Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo, dalam Kuliah Umum yang mengalirkan inspirasi kepada ratusan mahasiswa Universitas Sintuwu Maroso (Unsimar) di Poso, Jumat (24/10/2025).
Rizal Calvary Marimbo, dalam paparannya yang berfokus pada “Menggali Potensi Diri Menuju Kesuksesan Kelistrikan Sulawesi Tengah,” secara lugas menyatakan bahwa masa depan suplai energi regional bergantung pada kapasitas generasi muda.
Ia menggarisbawahi perlunya bibit-bibit muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas tinggi dan inovatif untuk mengemban estafet di sektor vital ini.
Sulawesi Tengah, yang dikenal kaya akan sumber daya alam dan tengah mengalami lonjakan industrialisasi (seperti hilirisasi smelter), diposisikan sebagai pusat energi masa depan Indonesia.
Data proyek kelistrikan PLN di Sulteng, seperti pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV dan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Luwuk 40 MW (contoh, jika data ini sudah beroperasi di periode ini), menunjukkan skala investasi yang masif, yang menuntut SDM unggul untuk operasional dan pengembangannya.
“Kami di PLN, tidak semata-mata membangun Gardu Induk dan Transmisi, namun juga mempersiapkan konduktor masa depan—yaitu kalian para mahasiswa. Setiap mahasiswa adalah kapasitor yang menyimpan potensi unik; jika diisi dan dikembangkan, akan menjadi daya tak terbatas bagi keberhasilan sistem kelistrikan daerah ini,” ujar Rizal dengan diksi khas sektor energi.
Direktur Manajemen Pembangkitan PLN itu kemudian menyoroti arus perubahan yang cepat dalam lanskap energi global, dari pembangkit fosil menuju Energi Baru dan Terbarukan (EBT), serta evolusi dari sistem konvensional menuju Smart Grid. Ia memacu mahasiswa agar tidak tahan arus terhadap perubahan teknologi ini.
Sulteng sendiri memiliki potensi EBT yang sangat besar, seperti Panas Bumi (368 MW) dan Tenaga Air/Hidro (mencapai ribuan MW), yang menempatkannya di garis depan agenda transisi energi.
Rizal menekankan, keandalan pasokan listrik di masa depan tidak hanya bergantung pada efisiensi pembangkit, tetapi juga pada kesiapan mahasiswa dalam mengadopsi kemampuan teknis mutakhir dan soft skill yang adaptif.
“Dunia butuh agen perubahan. Sistem kelistrikan tidak akan pernah maju tanpa voltase inovasi dan keberanian untuk beradaptasi. Bekali diri Anda. Integritas, inovasi, dan kemauan untuk menggali potensi diri adalah energi primer yang akan menentukan seberapa jauh kelistrikan Sulawesi Tengah akan terdistribusi,” tegas Rizal, menutup sesi inspiratifnya.
PLT Rektor Universitas Sintuwu Maroso, Dr. Novalita Fransisca Tungka, S.S., M.Pd, menyampaikan apresiasi tinggi atas transfer pengetahuan yang bernilai tersebut. Ia menganggap kuliah umum ini sebagai kesempatan emas bagi mahasiswa untuk mendapatkan pandangan langsung dari praktisi utama di lini terdepan sektor energi nasional.
Novalita berharap, kegiatan edukatif semacam ini akan menjembatani dunia akademis dengan kebutuhan industri kelistrikan yang vital, serta menghidupkan minat mahasiswa Unsimar untuk berkarir dan mengalirkan kontribusi nyata dalam pembangunan infrastruktur energi dan sumber daya manusia yang kuat demi kemajuan Sulawesi Tengah. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post