SANGIHE, BARTA1.COM – Ketegangan antara oknum yang mengaku wartawan Mike Towira dan Kepala Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Martin Luhulima, berujung saling tuding. Pertemuan yang awalnya disebut sebagai silaturahmi itu justru memunculkan dugaan ancaman hingga isu penganiayaan.
Dalam pesan WhatsApp yang ditunjukkan Ketua Tim Kerja Intelijen dan Sumber Daya Perikanan, Stasiun PSDKP Tahuna, Stevenly A. Takapaha, kepada sejumlah wartawan, Mike mengaku sudah empat kali berusaha menemui pihak PSDKP namun selalu dipersulit. Ia kemudian melontarkan ancaman akan membuka dugaan penyimpangan.
“Dua media saya ditambah tim media yang ikut akan bereaksi,” tulis Mike dalam pesan WA pada Kamis (25/6/2025).
Video yang beredar memperlihatkan seorang security sempat menarik Mike kembali ke kantor PSDKP. Namun, Martin membantah tuduhan adanya penganiayaan.
“Itu bukan memukul atau menganiaya. Saya hanya memanggil dia kembali untuk bicara baik-baik,” kata Martin, Jumat (29/9/2025).
Martin mengakui sempat tersulut emosi karena merasa ditekan dan diancam oleh Mike. Ia juga menilai sikap Mike tidak pantas ketika membuka jaket di ruang kerja untuk memperlihatkan tatonya.
“Saya akui emosi. Tapi penganiayaan, saya tegaskan tidak ada,” ujarnya.
Martin menyebut pihaknya bahkan telah memberi uang pengobatan sebesar Rp2,5 juta dan tambahan Rp500 ribu dalam perjanjian damai di Polres Sangihe. Namun, dalam proses itu, Mike disebut sempat meminta uang hingga Rp20 juta.
“Kami hanya bisa sanggupi Rp2,5 juta, itu pun sebagai bentuk inisiatif membantu pengobatan dan mengganti hpnya yang kata dia rusak,” jelas Martin.
Imbas persoalan ini puluhan wartawan dari berbagai organisasi pers di Kabupaten Kepulauan Sangihe menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Stasiun PSDKP Tahuna, pada Selasa (30/9/2025).
Kasus ini sekaligus menyeret identitas Mike Towira ke dalam tanda tanya. Ia tercatat menggunakan nama pers TikamPost.Id dan Mikemediaindonesia.com. Persoalan tersebut menambah sorotan publik terhadap oknum yang mengatasnamakan wartawan untuk menekan instansi pemerintah.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post