Manado, Barta1.com — Semangat elektrifikasi masa depan menggema dari Auditorium Politeknik Negeri Manado saat North Sulawesi Youth Energy Forum 2025 resmi digelar, Rabu (25/9). PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (UID Sulutenggo) memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi bersih nasional dengan menggandeng generasi muda sebagai agen perubahan.
Mengusung tema “Peran Generasi Muda dalam Mendukung Swasembada Energi di Sulawesi Utara,” forum ini menjadi ajang konsolidasi energi yang dihadiri oleh 500 peserta, mayoritas mahasiswa, komunitas energi, hingga pegiat lingkungan. Kehadiran mereka menandai titik nyala baru dalam perjalanan menuju sistem kelistrikan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
General Manager PLN UID Sulutenggo, Usman Bangun, menyebut Sulawesi Utara sebagai “lumbung energi baru terbarukan (EBT)” yang selama ini belum tergarap optimal. Mulai dari potensi panas bumi di Lahendong, tenaga surya di kawasan pesisir, hingga bioenergi dari limbah pertanian, seluruhnya menjadi bahan bakar masa depan bagi swasembada energi daerah.
“Transisi energi bukan sekadar pengurangan batu bara, tetapi transformasi menyeluruh ke sistem kelistrikan berbasis EBT. PLN sudah punya roadmap konkret untuk meningkatkan bauran energi hijau, sejalan dengan target rasio elektrifikasi 100% pada 2027,” ujar Usman penuh keyakinan.
PLN juga mendorong digitalisasi sebagai tulang punggung sistem kelistrikan modern. Dengan teknologi distribusi pintar, pemantauan jaringan kini bisa dilakukan secara real time, memungkinkan deteksi dan penanganan gangguan secepat kilat, sekaligus meningkatkan efisiensi pasokan.
“Digitalisasi distribusi bukan hanya upgrade teknologi, tapi revolusi pelayanan. Sistem menjadi lebih andal, transparan, dan efisien. Ini ladang subur bagi generasi muda untuk berinovasi, menciptakan solusi digital dalam dunia energi,” tambah Usman dalam sambutannya.
Acara ini tak hanya diwarnai presentasi teknis, tetapi juga diskusi interaktif yang menghadirkan nama-nama penting, seperti Staf Khusus Gubernur Sulut Bidang Energi Daniel Duma, Kepala Dinas ESDM Sulut Fransiskus Maindoka, serta Direktur Politeknik Negeri Manado, Dra. Maryke Alelo, MBA. Praktisi dari Pertamina Geothermal Energy dan Pemuda Energi Indonesia turut memperkaya perspektif.
Mahasiswa tampil antusias, menyuarakan gagasan segar seputar pengembangan energi surya di desa terpencil, pemanfaatan AI untuk monitoring energi, hingga integrasi panel surya dalam desain rumah tinggal. Ide-ide ini menjadi percikan awal kolaborasi lintas generasi menuju ekosistem energi yang inklusif.
PLN memandang forum ini sebagai momentum strategis untuk menanamkan kesadaran energi hijau sejak dini. Dengan menggandeng generasi muda, PLN ingin menciptakan rangkaian listrik manusia yang menyala bersama visi besar: Indonesia netral karbon pada 2060.
“Kolaborasi ini bukan hanya membangun infrastruktur, tapi juga membentuk kultur baru: energi yang bersih, cerdas, dan berkeadilan,” ujar salah satu pembicara dari Pertamina Geothermal Energy. Sulawesi Utara diyakini mampu menjadi model percontohan transisi energi berbasis lokalitas dan keterlibatan masyarakat.
North Sulawesi Youth Energy Forum 2025 menegaskan bahwa masa depan energi tidak hanya soal teknologi, tetapi juga sinergi. Dengan kekuatan EBT, dorongan digitalisasi, dan semangat anak muda, Sulut siap menjelma menjadi pusat gravitasi energi bersih di kawasan timur Indonesia. PLN, bersama generasi muda, siap menyalakan masa depan. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post