Airmadidi, Barta1.com – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Utara bersama PT Tirta Investama Airmadidi menggelar pelatihan jurnalistik bagi 10 karyawan perusahaan, Kamis (28/8/2025). Kegiatan ini berlangsung seharian penuh di Aula PT Tirta Investama Airmadidi dengan atmosfer pembelajaran yang interaktif.
Pelatihan dibuka langsung Manajer Pabrik PT Tirta Investama Airmadidi, Dwi Nofriyadi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya keterampilan komunikasi publik yang mumpuni bagi setiap karyawan, terutama dalam era keterbukaan informasi.
“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan menulis berita, memahami etika jurnalistik, serta mengasah keterampilan komunikasi publik peserta,” ujar Dwi. Ia menilai materi yang disajikan sangat relevan dengan kebutuhan perusahaan.
Menurutnya, karyawan perlu memiliki bekal komunikasi yang baik agar mampu menyampaikan informasi perusahaan secara akurat, menarik, dan sesuai kaidah jurnalistik. “Hal ini penting, baik untuk publikasi internal maupun eksternal,” tambahnya.
Ketua AMSI Wilayah Sulut, Ady Putong, dalam sambutan mengatakan kegiatan bersama corporate seperti ini penting, salah satu poinnya adalah bantu mendorong citra positif perusahaan khususnya dalam perilisan informasi dan bagaimana menghadapi situasi dengan jurnalis.
“Selain itu juga kita terus membangun networking dengan PT Tirta Investama yang sudah lama berkolaborasi dengan dunia media di Sulawesi Utara,” kata Ady.
Salah satu peserta, Leonard Regah yang sehari-hari bertugas sebagai Chief Security, mengaku memperoleh wawasan baru. Ia menilai pelatihan ini membuka perspektif tentang bagaimana menyusun berita yang sesuai standar pers.
“Kami jadi lebih percaya diri saat berinteraksi dengan tamu, khususnya jurnalis yang berkunjung ke perusahaan,” kata Leonard. Ia berharap program serupa bisa menjadi agenda rutin dalam meningkatkan keterampilan komunikasi karyawan.
Pelatihan ini menghadirkan empat jurnalis senior AMSI Sulut sebagai pemateri. Jalannya diskusi dimoderatori oleh Julkifli Madina, Pemred Infosulut.id sekaligus penguji Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia.
Materi pertama disampaikan oleh Pemred DetikManado.com, Yoseph E. Ikanubun, yang membahas hukum pers dan regulasi media. Ia menegaskan pentingnya pemahaman kode etik jurnalistik dan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 sebagai fondasi utama profesi wartawan.
“Seorang jurnalis wajib paham kode etik dan UU Pers. Kompetensi ini bukan sekadar teori, melainkan roh dari praktik jurnalistik itu sendiri,” tegas Yoseph. Ia juga menyinggung masih banyak wartawan yang abai pada aturan dasar tersebut.
Selanjutnya, Pemred Indimanado.com, Asrar Jusuf, membawakan materi teknik penulisan rilis berita. Ia memaparkan konsep 5W+1H, struktur berita, hingga cara menyusun judul dan lead yang efektif agar informasi lebih mudah dipahami pembaca.
Tips wawancara doorstop dibawakan oleh Pemred Vivasulut.com, Findamorina Muhtar. Ia mengingatkan pentingnya riset sebelum turun ke lapangan serta pemahaman etika dalam interaksi dengan narasumber.
“Jurnalis harus siap dengan isu terkini, pertanyaan relevan, dan perangkat teknis,” jelasnya.
Sesi terakhir diisi oleh Maykel Labaro yang membahas teknik pengambilan video untuk komunikasi korporasi. Menurutnya, setiap video berita perlu didukung naskah redaksi agar pesan lebih jelas dipahami audiens.
Di penghujung kegiatan, peserta diminta membuat satu berita sebagai tugas akhir. Hasilnya dinilai langsung oleh para pemateri untuk mengukur sejauh mana pemahaman peserta dapat diaplikasikan. (**)
Editor: Ady Putong


Discussion about this post