Manado, Barta1.com – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Dea Lumenta, mempertanyakan alokasi anggaran dalam APBD Perubahan (APBDP) yang salah satunya ditujukan untuk pembangunan Universitas Bolaang Mongondow (Bolmong). Pertanyaan itu ia sampaikan langsung kepada Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulut, Clay June H. Dondokambey.
“Sebagai informasi, kami dari Komisi II banyak yang berasal dari wilayah BMR (Bolaang Mongondow Raya). Tentu kami ingin menanyakan kepastian mengenai pagu anggaran untuk pembangunan Universitas Bolaang Mongondow. Kami juga ingin tahu kapan realisasi pembangunannya akan dimulai. Hal ini penting agar saat reses nanti kami bisa menyampaikan kepada masyarakat bahwa universitas ini akan segera dibangun untuk anak-anak di BMR,” ujar Dea.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BKAD Clay Dondokambey memberikan penjelasan langsung.
“Terkait pertanyaan dari Ibu Dea soal Universitas Bolmong, dua atau tiga hari yang lalu kami bersama Pak Sekprov (Sekretaris Provinsi) telah menerima rancangan tematik rencana pembangunannya,” jelas Clay sambil tersenyum.
Ia menyebutkan bahwa rencana pembangunan tersebut merupakan inisiatif langsung dari Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, bahkan didanai secara pribadi oleh beliau.
“Ini luar biasa, karena rancangannya disusun langsung oleh Bapak Gubernur dan juga dibiayai sendiri,” kata Clay.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa berdasarkan arahan Gubernur, perangkat daerah dan tim teknis telah ditugaskan untuk menindaklanjuti rencana ini. Tim tersebut antara lain terdiri dari Dinas Pendidikan Daerah, Badan Litbang, serta Staf Khusus Gubernur bidang pendidikan, Prof. Grevo Gerung, yang akan melakukan kajian teknis dan lainnya.
“Kami merasa terhormat karena telah diperlihatkan rancangan teknis pembangunan Universitas Bolmong oleh Bapak Gubernur,” tambah Clay.
Ia juga mengungkapkan bahwa sesuai arahan Bapak Gubernur, pada keesokan harinya Sekretaris Provinsi langsung mengadakan pertemuan dengan Bupati dan Wakil Bupati Bolmong untuk bersama-sama menelaah rancangan pembangunan tersebut.
“Secara garis besar, pembangunan universitas ini diperkirakan akan menelan biaya sekitar lebih dari 40 miliar dan dirancang dalam skema multiyears. Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow sendiri telah mengajukan permohonan anggaran sebesar Rp. 2 miliar untuk tahap pematangan lahan, dan dalam Rancangan Perubahan APBD 2025, sebagaima yang disampaikan juga oleh Pak Sekprov dalam pembahasan bersama TAPD dan Banggar, dukungan atas permohonan tersebut direncanakan dengan skema Bantuan Keungan Khusus (BKK) dari Pemerintah Provinsi kepada Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondouw, tutup Clay. (*)
Peliput: Mekel Pontolondo


Discussion about this post