Manado, Barta1.com – Rencana Revitalisasi Museum Daerah Sulawesi Utara (Sulut) yang menelan anggaran sebesar Rp15 miliar menjadi sorotan tajam dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi IV DPRD Sulut dan Dinas Kebudayaan, Jumat (22/08/2025).
Ketua Komisi IV, Vonny Paat, langsung memberikan peringatan keras kepada Kepala Dinas Kebudayaan, Jani Niclas Lukas, agar tidak main-main dengan waktu pelaksanaan proyek yang hanya tersisa tiga bulan.
“Sebagai pengguna anggaran, Pak Kadis harus menyatakan dengan tegas: mampu atau tidak menyelesaikan proyek Museum ini dalam waktu tiga bulan. Jangan sampai terlambat, karena ini menyangkut perencanaan, perhitungan, dan tentu saja pertanggungjawaban,” tegas Vonny di hadapan peserta rapat.
Vonny yang juga merupakan anggota Fraksi PDI Perjuangan itu menambahkan, tanggung jawab penuh ada di tangan Kadis Jani sampai proyek rampung sesuai batas waktu yang ditetapkan.
Sorotan serupa juga datang dari Wakil Ketua Komisi IV, Louis Carl Schramm, yang meminta Kadis Jani meyakinkan komisi IV dengan perencanaan yang telah dibahas.
“Kami butuh diyakinkan. Jangan hanya kertasnya saja. Yakinkan kami bahwa semua sudah siap, supaya kami di sini bisa sepakat,” tandas Louis, sembari menyampaikan pembahasan ini akan dibawa dalam pembahasan antara TAPD dan Banggar.
Menanggapi hal ini, Kadis Jani menjelaskan bahwa seluruh dokumen perencanaan telah selesai dan dana sebesar Rp100 juta untuk penyusunan lokasi sudah dianggarkan.
“Tahapan berikutnya tinggal proses lelang. Tapi lelang ini masih menunggu ketuk palu dari APBD Perubahan. Jika itu sudah disetujui, prosesnya akan mulai, dan kemungkinan makan waktu tiga minggu,” jelas Jani.
Ia optimistis, bila tidak ada sanggahan dalam proses lelang dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) sudah ditandatangani, kontrak bisa diteken, dan proyek langsung berjalan.
Namun pernyataan itu langsung dipotong kembali oleh Vonny.
“Pak, APBD Perubahan itu berlaku mulai 1 Oktober. Penggunaannya cuma 3 bulan. Semua, baik perencanaan, desain, lelang, hingga pembangunan harus selesai dalam waktu sesingkat itu. Mampu tidak?”
Kadis Jani kembali meyakinkan bahwa pihaknya sudah siap secara teknis dan akan berkonsultasi dengan kementerian terkait. Ia bahkan menargetkan proyek selesai dalam dua setengah bulan.
“Revitalisasi museum ini ke Pekerjaan fisiknya pembangunannya kan sudah ada. Tinggal yang menonjol di fisiknya adalah bagian atap dan perbaikan lantai. Jadi dari segi waktu kami rasa masih bisa terkejar. Target kami, selesai bulan Desember,” pungkas Jani. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post