Bolsel, Barta1.com – Empat nelayan asal Desa Momalia II, Kecamatan Posigadan, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara, yang sempat dilaporkan hilang sejak Senin (11/8/2025) sore, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat. Keempatnya terombang-ambing di laut setelah perahu mereka tenggelam akibat cuaca buruk.
Informasi awal menyebutkan, para nelayan berangkat melaut pada pukul 15.00 WITA dan biasanya kembali sekitar pukul 07.00 WITA keesokan harinya. Namun, hingga Selasa (12/8/2025) pagi pukul 09.00 WITA, mereka belum juga kembali ke darat, sehingga pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke pemerintah desa.
Menindaklanjuti laporan, Sangadi (Kepala Desa) Momalia II, Fantris Mahanggi, bersama perangkat desa dan sejumlah nelayan setempat langsung melakukan pencarian di sekitar perairan. Pemerintah Kecamatan Posigadan dan Polsek Posigadan juga turun tangan untuk membantu penelusuran.
Kasat Pol PP dan Damkar Bolsel, Mulyono Rochim, mengungkapkan identitas empat nelayan tersebut, yaitu Anton Mursidi (42), Winton Mursidi (36), Armin Gue (42), dan Ismail Gue (19). Mereka akhirnya ditemukan di perairan Desa Luwoo, sekitar 300 meter dari rakit Berkah Luwoo.
“Meskipun selamat, mereka kehilangan sejumlah peralatan melaut seperti mesin, alat pancing, bekal, dan perahu fiber bantuan Pemkab Bolsel yang tenggelam akibat cuaca buruk,” ujarnya.
Usai ditemukan, para nelayan tersebut langsung dibawa ke daratan dan disambut haru oleh keluarga serta warga desa. “Alhamdulillah, mereka sudah kembali ke darat dan berkumpul bersama keluarga. Warga menyambut dengan penuh rasa syukur,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Bolsel Iskandar Kamaru mengimbau para nelayan untuk sementara waktu tidak melaut hingga kondisi cuaca membaik. “Peringatan ini diberikan karena gelombang tinggi dan angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah perairan Bolsel,” imbaunya melalui pesan siaran resmi Pemkab Bolsel.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di perairan Sulawesi Utara. Nelayan dan pengguna jasa pelayaran diminta selalu memantau perkembangan informasi cuaca untuk menghindari insiden serupa.
Peliput: Angga Rasid


Discussion about this post