Manado, Barta1.com — Aparat kepolisian Sulawesi Utara yang kini masih mendalami kebakaran KM Barcelona VA diminta untuk memperhatikan berbagai detil terkait peristiwa naas ini. Salah satu indikasi yang bisa dikembangkan adalah dugaan sabotase.
“Ada rekaman yang kini beredar luas di media sosial soal keterangan saksi mata yang menyatakan asap berasal dari salah satu kamar penumpang, penghuni kamar saat ditanyai sumber bilang api sudah diatasi sambil mengunci pintu kamar,” kata aktivis Iwan Aloysius Moniaga, Jumat (25/07/2025).
Iwan mengatakan detil seperti ini sepatutnya disentuh aparat kepolisian yang tengah mendalami musibah terbakarnya KM Barcelona VA di wilayah perairan Talise, Minggu 20 Juli 2025. Kapal naas itu tengah dalam perjalanan dari Pelabuhan Laut Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, menuju Pelabuhan Manado ketika dilalap api.

Mengapa pengembangan pada detil seperti itu dibutuhkan, karena lanjut Iwan, bila ikhwal penyebab kebakaran sesuai dengan pernyataan saksi maka bisa ditafsirkan, ada unsur kesengajaan yang menjadi pemicu sehingga api menyala.
“Mengapa saat ada asap oknum penumpang kabin bilang sudah diatasi, kemudian mengunci pintu, ini ada apa?” cetus dia.
Penelusuran lebih lanjut terhadap informasi begitu, bisa membawa pengembangan pada kemungkinan sabotase.
“Iya karena ada pengakuan dari saksi mata artinya bisa saja ini dugaan sabotase,” ujar Iwan.
Pastinya, apakah ada unsur kesengajaan atau bukan hal itu menjadi ranah penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian. Pastinya lagi menurut Iwan, pelayaran komersil memang diketahuinya sebagai bisnis dengan persaingan ketat. Banyak operator kapal penumpang bersaing meraup laba saat melintasi jalur-jalur pelayaran di wilayah kepulauan.
“Mulai dari Nusa Utara, Maluku Utara bahkan ke Ambon dan Papua, operatornya adalah para pemain besar di bidang pelayaran komersil dan persaingan bisnisnya ketat,” tandas dirinya.
Apakah armada Barcelona menjadi korban dari persaingan bisnis? Iwan tak mau memastikan.
“Untuk persoalan itu kita sepatutnya menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian,” tutup dia. (*)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post