Manado, Barta1.com–Akhirnya terjawab mengapa selama ini kesan anggaran pemerintah provinsi di Sulawesi Utara lambat berputar. Tak lain karena pimpinan saat ini, Yulius Selvanus-Victor Mailangkay masih ‘tersandera’ realisasi dari pemerintahan sebelumnya.
“Ingat, program yang kita jalankan saat ini adalah warisan tahun 2024. Visi-misi kami baru akan berjalan usai perubahan anggaran,” ujar Gubernur Yulius Selvanus di akun media sosial pribadinya, Rabu (16/06/2025).
Untuk bisa bergerak lebih leluasa melaksanakan janji kampanye, Yulius pastikan semuanya akan segera terjawab begitu anggaran perubahan atau APBD-P 2025 berjalan.
“Visi-misi kami baru akan berjalan usai perubahan anggaran. Jadi tolong, jangan salah paham,” kata dia.
“Jangan menyerang sebelum kami benar-benar mulai,” tambah Yulius, mengingatkan.
Hal ini disampaikan Yulius Selvanus usai melantik penjabat Sekprov Sulut Tahlis Galang dan Inspektur Daerah Jemmy Stanni Kumendong di Wisma Negara Gubernuran, Bumi Beringin.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan harapannya agar semua pejabat dan kepala daerah memahami pentingnya kesatuan komando dalam menjalankan pemerintahan. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak ingin berjalan sendiri dalam mengemban tugas, melainkan membutuhkan dukungan penuh dari seluruh elemen pemerintahan. Menurutnya, kekompakan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah membuatnya merasa bangga, namun ia juga menginginkan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para wali kota, dan bupati menunjukkan semangat yang sama dalam bekerja sama.
Lebih lanjut, Gubernur mengingatkan agar tidak ada pihak yang justru sibuk menyerang satu sama lain. Ia menekankan bahwa saat ini bukan waktunya untuk memperuncing perbedaan atau menciptakan konflik internal. Menurutnya, pemerintah daerah harus fokus pada kerja nyata demi kepentingan masyarakat, dan menanggalkan ego sektoral yang dapat menghambat pembangunan dan pelayanan publik.
Dalam penuturannya, Gubernur menolak anggapan bahwa ia sedang mencari keuntungan pribadi dari jabatannya. Ia menegaskan bahwa niat utamanya adalah untuk bekerja dan mengabdi kepada rakyat Sulawesi Utara. Ia juga menyampaikan komitmennya dalam menunaikan janji-janji politik, yang bertujuan untuk membawa Sulut menuju kemajuan, kesejahteraan, dan keberlanjutan dalam berbagai sektor.
“Saya tahu, Sulawesi Utara ini kaya. Laut, tambang, perkebunan semua ada. Tapi potensi itu akan sia-sia tanpa kekompakan. Kita harus kembali ke semangat otonomi daerah yang sesungguhnya. Agar daerah punya kendali, bukan hanya jadi penonton,” tegas Yulius Selvanus. (**)
Editor: Ady Putong


Discussion about this post