• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, April 25, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Dosen Polimdo: Skill Saja Tak Cukup, Bahasa Penentu Nasib Pekerja Migran

by Meikel Eki Pontolondo
25 Juni 2025
in Edukasi
0
Gedung Utama Polimdo. (foto: meikel/barta)

Gedung Utama Polimdo. (foto: meikel/barta)

0
SHARES
39
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dra. Endah Pangestuti Haryono, M.Ed
Dosen Politeknik Negeri Manado

 

Sulawesi Utara (Sulut) dikenal sebagai daerah dengan tenaga kerja yang tangguh, gigih, dan terampil. Tak sedikit putra-putri daerah ini yang merantau ke luar negeri untuk mencari nafkah, menjadi
pekerja migran di berbagai sektor mulai dari perhotelan, kapal pesiar, konstruksi, hingga
pekerja rumah tangga.

Keahlian teknis mereka tidak perlu diragukan lagi. Namun, ada satu hal yang kerap jadi batu sandungan di negeri orang: kemampuan berbahasa Inggris. Banyak cerita datang dari pekerja migran asal Sulut yang di lapangan harus bekerja lebih keras karena terkendala komunikasi. Padahal, dalam dunia kerja internasional, bahasa adalah kunci pertama untuk memahami instruksi, berinteraksi dengan atasan, hingga menghadapi kondisi darurat. Skill atau keahlian teknis yang sudah baik, akan lebih efektif bila ditopang kemampuan berbahasa yang memadai.Kenyataannya, persaingan global semakin ketat.

Negara-negara tujuan kerja kini mengutamakan tenaga kerja yang tak hanya cekatan, tetapi juga cerdas berkomunikasi. Dengan penguasaan bahasa Inggris, pekerja migran bisa naik kelas: dari tenaga kasar  menjadi tenaga terampil dengan gaji lebih tinggi. Mereka juga punya peluang promosi atau kontrak kerja lebih panjang karena dinilai mampu berkoordinasi dengan tim multinasional.

Sebagai pendidik di institusi vokasi, saya melihat urgensi ini sebagai tantangan sekaligus
peluang. Politeknik Negeri Manado (Polimdo) misalnya, telah menyiapkan kurikulum Bahasa Inggris Teknik yang aplikatif, menyesuaikan dengan konteks kerja lintas negara. Namun, upaya ini
tidak cukup hanya di bangku kuliah. Perlu ada sinergi antara pemerintah daerah, lembaga
pelatihan kerja, dan keluarga calon pekerja migran untuk mendorong anak-anak muda belajar
bahasa Inggris sejak dini. Solusi ke depan harus konkret: menambah jam praktik bahasa, mendirikan pusat pelatihan bahasa di desa-desa kantong pekerja migran, serta menyediakan tenaga pengajar bahasa yang
kompeten hingga di tingkat komunitas.

Selain itu, membangun kerja sama dengan agen penyalur resmi pun sangat
penting agar calon pekerja migran benar-benar siap secara teknis dan linguistik sebelum
berangkat. Pekerja migran adalah pahlawan devisa. Sudah saatnya kita memberdayakan mereka tidak
hanya dengan keterampilan tangan, tetapi juga kecakapan berbicara. Karena pada akhirnya,
skill saja tak cukup melainkan bahasa Inggris lah yang akan menentukan sejauh mana nasib pekerja untuk bisa bersaing dan sejahtera di negeri orang lain.

Barta1.Com
Tags: Bahasa Penentu Nasib Pekerja Migran SulutDra. Endah Pangestuti HaryonoM.Ed Dosen Politeknik Negeri ManadoSkill Saja Tak Cukup
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
Dosen AB Polimdo, Romana Octavia Debora Pessak, S.Th, S.H, M.H. (foto: istimewa)

Pemanfaatan Media Online Sebagai  Proses  Pembelajaran  Langsung Dan Efektif Materi Ketahanan Diri Dalam Ketahanan Nasional Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di  Perguruan  Tinggi

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Terumbu Karang: Penjaga Kehidupan Laut dan Kepentingan Dunia 25 April 2026
  • Tragedi Lalu Lintas di Manado: Bayi 5 Bulan dan Penumpang Tewas, Dua Pengemudi Jadi Tersangka 24 April 2026
  • Dikda Sulut Diminta Turun ke SMAN 8 Manado, Bentuk Satgas Anti Pungli Jelang Kelulusan Siswa 24 April 2026
  • Manado Jadi Pusat Diplomasi Kelautan, Duta Besar CTI-CFF Bahas Ekonomi Biru Berkelanjutan 24 April 2026
  • Kasus Bantuan Bencana Gunung Ruang: GERAK Amati Surat Rekomendasi 6 Toko Bangunan 24 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In