Manado,Barta1.com — Politeknik Negeri Manado dan Pemerintah Kelurahan Meras resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang menandai dimulainnya pelaksanaan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) tahun 2025. Penandatanganan ini menjadi langkah awal sinergi strategis dalam penguatan ekonomi lokal melalui inovasi teknologi terapan, Senin (23/06/2025).
Dalam acara tersebut, pihak Pemerintah Kelurahan Meras diwakili oleh Ibu Connyna Harimisa, S.Sos, selaku Lurah Kelurahan Meras, sementara dari pihak Politeknik Negeri Manado diwakili oleh Bapak Stieven Netanel Rumokoy, Dosen Program Studi Sarjana Terapan Teknik Listrik.
Adapun tema utama dari kerja sama ini adalah “Hilirisasi Produk Alat Untuk Pembuatan Nata de Coco dari Air Kelapa (Cocos nucifera) pada Kelompok Tani Cempaka, Kelurahan Meras, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara”. Kegiatan ini dirancang untuk dilaksanakan secara bertahap sepanjang tahun 2025 dengan sumber pendanaan berasal dari DIPA Politeknik Negeri Manado pada Skema PKM Penerapan Produk Inovasi Vokasi (PPIV).
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari peran aktif perguruan tinggi vokasi dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui inovasi teknologi tepat guna, khususnya dalam pengolahan hasil pertanian berbasis potensi lokal,”ungkap Stieven Netanel Rumokoy, selaku ketua tim PKM 2025.
Tim pelaksana kegiatan ini terdiri dari dosen-dosen Politeknik Negeri Manado, yaitu:
1. Stieven Netanel Rumokoy (Ketua Tim)
2. Maureen Langie, S.T., M.Pd (Anggota)
3. I Gede Para Atmaja (Anggota)
4. Precylia Ribka Rambing (Anggota)
Selain itu, lanjut Stieven, beberapa mahasiswa dari program studi terkait juga akan dilibatkan secara aktif dalam kegiatan ini sebagai bagian dari pembelajaran dan penguatan soft skill melalui kerja lapangan.
“Bahkan Pemerintah Kelurahan Meras menyatakan komitmennya dalam mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini, khususnya dalam memfasilitasi sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh tim pelaksana di lapangan. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan akan terbangun model kolaborasi yang kuat antara institusi pendidikan tinggi vokasi dan pemerintah kelurahan dalam mengembangkan inovasi teknologi yang aplikatif dan bermanfaat langsung bagi masyarakat, khususnya kelompok tani di daerah tersebut,” pungkasnya. (*)
Editor: Meikel Pontolondo


Discussion about this post