Siau, Barta1.com – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Kampung Tanaki, Kecamatan Siau Barat Selatan, pada pemerintahan lalu dibangun dengan anggaran cukup fantastis yakni mencapai Rp15 miliar. Sayangnya hingga kini belum beroperasi secara optimal bahkan terlihat amburadul.
Pelak saja, mencermati kondisi tersebut duet pemimpin Sitaro, Bupati Chyntia Ingrid Kalangit dan Wakil Bupati Heronimus Makainas atau CINTA HERO, melakukan peninjauan langsung dan mengecek keberadaan fasilitas publik tersebut hingga menyiapkan solusinya, Sabtu (14/6/2025).
Kunjungan dimaksud guna mengevaluasi kondisi fasilitas pengolahan sampah yang dibangun dengan anggaran miliaran namun belum digunakan secara maksimal. Salah satu kendala utama adalah tidak tersedianya akses jalan menuju lokasi TPA, sehingga truk pengangkut sampah tidak dapat mencapai area pengolahan. Selain itu, tidak adanya alat berat seperti excavator juga menghambat proses pengelolaan sampah di lokasi tersebut.
“Kami prihatin melihat fasilitas sebesar ini belum bisa dimanfaatkan secara maksimal hanya karena masalah akses jalan dan kurangnya peralatan pendukung. Ini adalah aset daerah yang harus segera difungsikan,” ujar Bupati Chyntia Kalangit, Sabtu (14/6/2025).
Kata dia, Pemerintah Kabupaten Sitaro telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jalan menuju TPA serta pengadaan alat berat excavator. Langkah ini diharapkan dapat segera mengatasi kendala operasional dan memastikan TPA Tanaki berfungsi sebagaimana mestinya. “Kami berkomitmen untuk segera menyelesaikan masalah ini. Pembangunan jalan dan penyediaan alat berat menjadi prioritas agar pengolahan sampah di Sitaro bisa berjalan efektif,” sambung Wakil Bupati Heronimus Makainas.
Selain upaya perbaikan infrastruktur, Bupati Chyntia juga mengimbau masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah. “Sampah plastik bisa didaur ulang, sehingga tidak semua harus berakhir di TPA. Mari kita kurangi dampak buruk sampah plastik terhadap lingkungan,” ujarnya.
Kendati begitu, pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya. Jangan membuang sampah sembarangan terutama di sungai dan laut, demi menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang. “Dengan langkah konkret ini, diharapkan pengelolaan sampah di Kabupaten Sitaro dapat lebih tertata, mendukung kebersihan lingkungan, dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan,” papar Kalangit.
Peliput: Agustinus Hari


Discussion about this post