Manado, Barta1.com — Lembaga Komunikasi Sosial atau LKS ikut menanggapi kritik yang dilayangkan GMNI Manado, terkait capaian 100 hari kerja pemerintahan Yulius Selvanus-Victor Mailangkay. Kritikan menurut LKS perlu menawarkan solusi konkret.
“Kekritisan mahasiswa itu bagian penting dalam proses berdemokrasi,” ucap Ketua LKS Sulawesi Utara, Vanny Loupatty, baru-baru.
Yang terpenting menurut dia, sikap kritis juga perlu sisertai solusi, menawarkan jalan keluar pada problematika yang dihadapi pemerintah provinsi saat ini.
Baca juga: 100 Hari Pemerintahan YSK-VICTORY, GMNI Manado: Tidak Menyentuh Akar Masalah
“Salut adik-adik kita dari GMNI, terbilang sudah cukup kritis, hanya saja mengkritisi sesuatu itu jangan sepotong-sepotong. Silakan bersikap kritis, namun sebaiknya lebih komprehensif dan solutif,” ujar Maemossa, sapaan akrab Vanny, yang juga menjabat Sekretaris Relawan Kipra (Kita Prabowo) Provinsi Sulut.
Ia menambahkan selama 100 hari pertama, pemerintahan YS-Victory telah menunjukkan sejumlah perkembangan positif, terutama di sektor ekonomi rakyat.
“Kita patut mengapresiasi geliat ekonomi mikro yang kini bergerak ke arah yang positif. Pak Gubernur dan Wakil Gubernur intens mendorong industri masyarakat. Para petani mulai bersemangat, nelayan kian bergairah dan pedagang kecil di pasar-pasar tradisional juga mendapatkan stimulan program,” jelasnya.
Lebih lanjut, Maemossa menegaskan pembangunan tidak bisa dinilai hanya dalam hitungan hari, melainkan harus dilihat dalam kerangka jangka panjang dan menyeluruh.
Ia mengajak semua pihak, termasuk elemen mahasiswa, untuk bersinergi dalam mengawal dan memberi masukan konstruktif untuk pembangunan daerah.
Maemossa menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang sehat antara pemerintah dan masyarakat.
“Kita perlu ruang dialog yang sehat. Jangan sampai kritik kehilangan arah dan hanya menjadi serangan politis tanpa dasar kuat,” ujarnya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sulut, Steven Liow menyatakan pemerintahan YS-Victory saat ini bekerja keras dalam merumuskan kebijakan strategis untuk percepatan pembangunan.
“Jangan kaget kalau banyak menteri akan datang ke Sulawesi Utara. Rapat-rapat kami bahkan berjalan dari jam 7 pagi sampai jam 3 subuh. Ini bukti bahwa kami bekerja keras memenuhi tuntutan pembangunan yang ditargetkan oleh Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur,” ungkap Liow.
Ia menyoroti permasalahan infrastruktur seperti jalan rusak yang menurutnya sedang ditangani secara bertahap dan terstruktur.
“Jalan rusak tidak bisa diselesaikan sekaligus karena terbagi dalam kewenangan nasional, provinsi, dan kabupaten/kota. Semua harus sinkron dengan tata ruang. Jadi, mari bersabar. Akan ada kejutan-kejutan dari kami,” kata Steven. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post