Manado, Barta1.com – Akhir – akhir ini publik dikejutkan dengan uji coba vaksin TBC di Indonesia yang menjadi bagian dari Gates Foundation dengan alasan penanganan masalah TBC sebagai isu kesehatan global. Hal itu pun, mendapat tanggapan kritis dari kader DPK GMNI Politeknik, Candle Heiner Rogaga, Sabtu (7/06/2025).
Demisioner Ketua DPK GMNI Politeknik Manado, Candle Heiner Rogaga, menyebut vaksin TBC ini terlalu banyak menimbulkan masalah, sebelumnya tahun 2020, India menjadi objek dari Vaksin Polio yang disponsori oleh Bill Gates, dilaporkan setidaknya ada 47.000 anak yang mengalami kelumpuhan, entah itu berita benar atau tidak, tapi banyak media menyebut itu hoax, tapi ada juga yang membenarkan berita tersebut.
“Saya sebagai orang yang menentang keras proses vaksinasi sejak tahun 2019 sampai sekarang dalam bentuk apapun ke tubuh manusia, itu adalah hal yang wajar. Lihat saja, Pemerintah Indonesia begitu gampangnya menyetujui masyarakatnya sebagai lahan uji coba vaksin dalam bentuk apapun,” tegas Candel.
Apalagi, lanjut dia, Bill Gates telah menyumbang hampir 3 Triliun agar Indonesia menjadi tempat percobaan Vaksin TBC, di mana ketika dilihat dari data, ada sebanyak 5 Negara termasuk Indonesia yang menjadi lahan uji coba vaksin TBC. “Penyakit ini-kan menyebar lewat udara, bukan tidak mungkin, bisa saja ada yang kasih sebar melalui udara demi melancarkan proses uji coba Vaksin di 5 negara ini.”
“Bisnis tetap bisnis, ini terlihat sekedar jual beli dan sekedar politik. Bukan tidak mungkin, setelah Vaksin TBC ini berhasil di 5 Negara, bakteri mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan TBC akan disebarkan. Faktanya-kan begitu, sama halnya deng Corona 2019 setelah Vaksinasi sukses di China, APBD, Masker dan Vaksin menjadi lahan bisnis yang menguntungkan,” terangnya.
Dirinya melihat zaman Covid-19, orang – orang terlalu ditakuti akan sebuah penyakit, apalagi dengar kata virus, padahal tubuh manusia adalah Objek paling unik. “Tubuh dirancang mampu menyesuaikan dengan penyakit dan Virus apapun yang masuk, tetapi tergantung kedamaian pikiran dan hati. Banyak orang meninggal bukan karna faktor penyakit, tapi lebih ke psikologis yang tidak mampu mereka kendalikan, ini menurut pandangan pribadi saya.”
“Sekali lagi, ini hanya sekedar akal-akalan yang dilakukan oleh pebisnis Gobal yang mungkin ke depan akan melibatkan petinggi Negara Indonesia,” pungkas Candle. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post