Manado, Barta1.com – Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kota Manado, Sulawesi Utara, ternyata mampu diatasi dengan baik Walikota Manado Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang. Kendati sempat menelan korban jiwa namun pascabencana semua bisa berjalan normal kembali. Termasuk paling mencolok adalah tingginya limit sampah yang masuk ke TPA Sumompo selang tiga hari bencana yakni 24 Maret 2025 hingga 26 Maret 2025.
Gerak cepat yang dilakukan Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis DLH) Manado, Pontowuisang Kakauhe patut diapresiasi. “Iya harus diakui cukup tinggi sampah yang masuk ke TPA Sumompo pascabencana yang terjadi di Manado beberapa hari lalu,” kata Kakauhe, Jumat (28/3/2025).
Kata dia, lihat saja data sampah yang masuk ke TPA pasca bencana banjir dan tanah longsor 24-26 Maret 2025. Pada 24 Maret 2025 total sampah 1803,25 M3 = 360,65 ton. Kemudian 25 Maret 2025 total sampah 2.112,5 M3 = 422,5 ton. Lalu 26 Maret 2025 total sampah 1.977,8 M3 = 395,56 ton
Jadi dari data laporan SIPSN rata rata sampah yang masuk ke TPA Sumompo sebesar 240 ton/hari, sehingga saat pasca bencana mengalami kenaikan limit sampah yang masuk ke TPA yakni 24 Maret 2025 sampah bertambah 120,6 ton. 25 Maret 2025 sampah bertambah 182,5 ton dan 26 Maret 2024 sampah bertambah 155,5 ton.
“Sehingga dengan terjadinya bencana di Manado sampah yang masuk ke TPA Sumompo bertambah dengan rata rata 150 ton/hari,” kata Kakauhe yang juga Kadispora Manado ini.
Ia berharap masyarakat Kota Manado terus menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing. “Karena menjaga kebersihan adalah bagian dari iman,” pungkasnya.
Peliput: Agustinus Hari


Discussion about this post