Manado, Barta1.com – Ratusan kepala keluarga di tiga pulau terluar dan destinasi wisata bahari Sulawesi Utara kini bisa bernapas lega. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo) resmi mengoperasikan layanan listrik 24 jam penuh di Pulau Beeng Laut dan Pulau Bebalang di Kabupaten Kepulauan Sangihe, serta Pulau Siladen di Kota Manado.
Langkah ini merupakan wujud nyata pemerataan energi di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Bertahun-tahun lamanya, degup kehidupan di tiga pulau tersebut sangat bergantung pada durasi mesin genset yang terbatas.
Sebelumnya, masyarakat hanya bisa menikmati pasokan listrik selama 6 jam sehari, membuat aktivitas belajar anak-anak di malam hari hingga penyimpanan ikan tangkapan nelayan menjadi tidak maksimal. Kini, dengan menyalanya listrik sepanjang hari, asa baru untuk peningkatan kualitas hidup dan kemandirian ekonomi warga pun ikut benderang.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan peningkatan jam nyala ini bentuk nyata kehadiran negara untuk mewujudkan keadilan energi.
“Hari ini adalah momentum yang sangat membahagiakan bagi kita semua, khususnya masyarakat di Pulau Beeng Laut, Bebalang, dan Siladen. Dari yang sebelumnya hanya menyala 6 jam, kini listrik beroperasi penuh 24 jam nonstop. Ini adalah komitmen kami untuk mewujudkan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok dan daerah 3T,” ungkap Usman.
Secara demografis dan ekonomi, intervensi energi ini dinilai sangat krusial. Merujuk pada data kepariwisataan, Pulau Siladen merupakan salah satu episentrum pariwisata bahari unggulan yang tergabung dalam kawasan Taman Nasional Bunaken dan diakui dunia atas keindahan terumbu karangnya.
Sementara itu, gugusan pulau di Kepulauan Sangihe merupakan beranda terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan perairan Filipina. Ketersediaan listrik yang andal di wilayah ini otomatis akan mendongkrak daya saing resort wisata sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi warga di tapal batas nusantara.
Untuk mewujudkan pasokan nonstop tersebut, PLN tidak menempuh cara konvensional yang boros emisi. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menerapkan inovasi teknologi ramah lingkungan yang dipadukan dengan penambahan kapasitas sistem kelistrikan, agar suplai energi tetap stabil tanpa merusak ekosistem kepulauan yang asri.
“Sistem Hybrid BESS (Battery Energy Storage System) diimplementasikan pada PLTD Bebalang dan PLTD Beeng Laut. Melalui skema ini, Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) beroperasi selama 4 jam untuk pengisian daya, dan BESS menyuplai energi bersih selama 20 jam berikutnya. Selanjutnya penambahan Unit Pembangkit pada sistem kelistrikan Pulau Siladen, PLN menambah 1 unit mesin pembangkit baru guna meningkatkan daya mampu dan menjamin keandalan pasokan listrik,” jelas Usman merinci terobosan tersebut.
Sukacita warga kepulauan ini turut dirasakan hingga ke pusat pemerintahan provinsi. Peresmian layanan listrik 24 jam ini dipusatkan di Kantor Gubernur Sulawesi Utara dan disiarkan secara daring ke tiga lokasi pulau, disaksikan langsung oleh jajaran Forkopimda Sulut, Walikota Manado, Bupati Kepulauan Sangihe, serta tokoh masyarakat setempat yang menyambut antusias perubahan besar di desa mereka.
Bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, terobosan ini datang di saat yang sangat bersejarah. Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. J Victor Mailangkay SH, MH, yang hadir mewakili pemerintah daerah menyebut bahwa capaian strategis PLN ini merupakan kado istimewa bagi masyarakat kepulauan dalam menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Ini bukan sekadar menghadirkan cahaya terang di waktu malam, lebih dari itu, listrik 24 jam adalah urat nadi pembangunan, pemicu roda perekonomian, sarana peningkatan mutu pendidikan, serta penguat sektor pariwisata bahari yang menjadi kebanggaan daerah,” tegas Victor memberikan apresiasi atas dedikasi jajaran PLN UID Suluttenggo.
Ke depan, PLN memastikan nyala terang di perbatasan ini bukanlah akhir dari perjalanan. PLN berkomitmen penuh untuk terus merajut kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan pemerintah daerah demi menjaga keandalan pasokan, serta memastikan program elektrifikasi berkelanjutan dapat menyentuh seluruh pelosok Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo tanpa terkecuali. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post