• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Senin, Maret 9, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Politik

Pembahasan Banggar Kominfo: Kepompong Jadi Kupu-Kupu, Ketua DPRD Sulut: Lemong

by Meikel Eki Pontolondo
12 Agustus 2024
in Politik
0
Proses pembahasan APBD Perubahan 2024. (Foto: meikel/barta)

Proses pembahasan APBD Perubahan 2024. (Foto: meikel/barta)

0
SHARES
58
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Kadis Kominfo Provinsi Sulut, Steven Liow pada pembahasan badan anggaran (Banggar) menyebut, ada satu anggota Komisi 1 DPRD Provinsi Sulut sangat paham apa yang dilakukan oleh Kominfo Sulut, selama ini.

“Harus ada pembanding, berapa sih anggaran Kominfo yang pantas, sejujurnya masih kecil, jika ingin bertransformasi dari ulat menjadi kupu-kupu,” ungkapnya.

Steven menambahkan, untuk internet dahulunya mencapai 17 miliar, seluruh SKPD menggunakan dan bisa memberi penghematan sebesar 5 miliar. “Di tangan kami, setelah BPK, BPKP dan Pensus, yang ketika memutuskan lintas Arta. Kita hanya menganggarkan sebesar 13 miliar dan itu dipimpin langsung oleh Bapak Pras.”

“Jadi anggaran kami sudah diuji kebenarannya, bukan nanti Steven Liow menjadi kadis. Saya hanya menjalankan dan mengembangkan saja. Terus bagaimana internet di DPRD. Di DPRD sendiri, sudah dibiayai sendiri oleh DPRD dan dikelola, kemudian satu tahun terakhir diberikan kepada Kominfo dengan menggunakan dana bekap bersama Rumah Sakit. Cuman kita lihat saja, dana bekapan yang tertata itu berapa tidak seberapa, sampai hari ini tidak cukup. Kita masih membutuhkan dana lagi untuk itu,” terangnya.

Menurut Steven, tidak mungkin menggunakan internet satu banding tiga, melainkan harus satu banding satu. “Transformasi digital dan penguatan SPBE (Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik) itu ada di rangking teratas. Harus diakui atau tidak, di Pemerintahan Provinsi Sulut ini ada hambatan, yakni soal dana untuk mensuksesi Pilkada, sehingga anggaran ketambahan di Kominfo hanya 1,5 miliar untuk internet pada APBD perubahan. Padahal membutuhkan lebih dari pada itu,” ucapnya.

Setelah mendengar penjelasan Steven, anggota DPRD Provinsi Sulut, James Tuuk menanggapinya dengan mengatakan, mengambil kesimpulan bahwa dana yang ada di Kominfo terlalu kecil karena menggunakan lintas Arta.

“Lintas Arta berperan ketika bandwidth, saluran atau pipa koneksi itu secara umum belum terlalu banyak di tempat lain. Saya di perusahaan yang lama pimpinan, tugas saya membangun sistem komunikasi seperti yang disampaikan,” jelasnya.

Lanjut James, tidak pilihan lain saat itu, kemudian menggunakan lintas Arta, karena lintas Arta itu paling besar bandwidthnya dalam bentuk Radio dari satu titik ke titik lainnya.

“Tapi, hari ini kita bisa menggunakan modem. Bisa mencapai beberapa mega, dan satu giga koneksinya. Kenapa tidak menggunakan itu saja, saya menggunakan handphone ada yang dibayar sebulan Rp.300.000, kemudian mendapat 105 GB. Jika argumentasi dibangun bahwa dana untuk membangun e-Performance terlalu sedikit, kemudian menggunakan argumen karena menggunakan lintas Arta, pertanyaannya kenapa tidak menggunakan modem yang dimiliki Telkomsel,” sahutnya.

Di tempat yang sama juga, ketua DPRD Provinsi Sulut, Fransiskus Andi Silangen menangapi analoginya Steven Liow dari kepompong menjadi kupu-kupu, tapi kupu-kupu lemong. (*)

Peliput: Meikel Pontolondo

 

 

Barta1.Com
Tags: banggarDPRD Provinsi Sulutjames tuukKominfo SulutSteven Liow
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
Ketua KPU Mitra Otnie Tamod. (foto: KPU Mitra)

KPU Mitra Sebut Pers Bagian dari Kolaborasi Sukseskan Pilkada

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Mahasiswa Polimdo Semakin Paham Peran Bank Indonesia Usai Kuliah Umum BI 9 Maret 2026
  • Pemerintah dan Forkopimda Bersinergi Tangani Gangguan Keamanan antara Empang dan Sari Kelapa 9 Maret 2026
  • RDP Komisi IV DPRD Sulut Tertunda Akibat Miskomunikasi Undangan 9 Maret 2026
  • BI Dorong Polimdo Jadi Destinasi Wisata Kuliner Halal di Sulawesi Utara 9 Maret 2026
  • Jejak Kasih di Bulan Suci: Oi Hidup Manado Ziarah, Berbagi, dan Berbuka Bersama 9 Maret 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In