Manado, Barta1.com – Berkaitan dengan Bank Sulut- Gorontalo (BSG) menjadi pembahasan penting antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan TAPD Provinsi Sulut, Ruang Paripurna DPRD Provinsi Sulut, Rabu (31/07/2024).
Hal itu terlihat Ketika anggota Banggar DPRD Provinsi Sulut, Ayub Ali mempertanyakan anggaran kepada pihak TAPD Provinsi Sulut untuk mengantisipasi kewajiban BSG dalam rangka memenuhi kewajiban yang diperintahkan oleh OJK. Di dalam rangka menjadikan BSG, menjadi salah satu Bank yang sehat, yang di mana pemenuhan anggarannya harus 3 Triliun.
“Apakah ada scenario yang telah disusun oleh pihak TAPD, untuk bisa disisikan di tahun 2024 ini. Persoalan ini sangat penting, karena tidak disampaikan tadi,” ungkap Ayub.
Menurutnya, ini akan terjadi multi efek terhadap program-program lainnya, jika seluruh program dan anggaranya hanya sifatnya membayar hutang, maka program kerakyatan tidak akan tersentuh.
“Proporsi anggaran 1,4 Triliun ini adalah beban yang berat, yang sudah disampaikan oleh TAPD tadi, sekali lagi ini berat terhadap APBD yang akan kita lewati, maka untuk itu seknario anggran APBD yang terbeban sampai 2029 ini sumbernya dari mana, supaya anggaran ini benar-benar sehat untuk menghapus hutang yang berjalan,” jelasnya.
Mendengar pertanyaan dari anggota fraksi Nyiur Melambai itu. Terlihat Sekprov (sekretaris Provinsi), Steve Kepel menulis beberapa catatan yang ada. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post