• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Jumat, Juni 26, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Daerah

Sejarah Pantai Karangria Akan Terhapus, Warga: Kami Lawan!

by Ady Putong
8 Juli 2024
in Daerah, News
0
Pantai Karangria garis pesisir indah yang kini terancam hilang akibat proyek reklamasi. (foto: barta1)

Pantai Karangria garis pesisir indah yang kini terancam hilang akibat proyek reklamasi. (foto: barta1)

0
SHARES
279
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com — Tak ada kesedihan yang lebih besar lagi dalam benak warga Karangria Kecamatan Tuminting selain ancaman penghapusan pantainya dari catatan sejarah. Proyek reklamasi yang digiatkan seluas 90 hektar akan memakan habis garis pesisir yang tersisa di Manado Utara itu.

Bagaimana reklamasi bisa menutup Pantai Karangria, terungkap dalam master plan pengembang yang dibuka dalam rapat dengar pendapat di DPRD Provinsi Sulut pekan lalu, dihadiri juga oleh masyarakat anti reklamasi.

Restin Bangsuil, warga Karangria yang hadir dalam rapat tersebut mengatakan, dalam rencana ambisius penimbunan teluk Manado yang membentang dari Kalimas hingga Jati itu, pengembang bermaksud mengambil-alih Pantai Karangria untuk diubah menjadi kanal.

“Awalnya kami kira kanal itu berada di depan memisahkan pantai dan daratan baru, ternyata dalam master plan pengembang lokasinya itu tepat di Pantai Karangria dan memanjang dari Selatan ke Utara, atau dari pembatas trotoar ke arah laut, artinya pantai kita akan hilang,” kata perempuan pemberani itu pada Barta1 baru-baru.

Rencana yang terungkap justru menjadi penyemangat bagi warga Karangria dan kelompok aktivis untuk semakin giat menentang proyek reklamasi.

“Pantai Karangria ini adalah ruang hidup bagi masyarakat. Di sinilah nelayan memulai kehidupan mereka untuk menghidupi keluarganya, kalau ada yang mau mengambil pantai ini tentu kami lawan,” seru Johan Paulus, warga dan pelayan khusus di jemaat GMIM Petra Karangria.

Upaya mempertahankan garis pantai dari ancaman pengambil-alihan sudah dimulai. Roy Runtuwene selaku Ketua Kelompok Nelayan Karangria menyebut akan meminta Pemkot Manado untuk tidak melegalisasi keinginan pengembang mengubah wajah Pantai Karangria. Diketahui seluruh area Pantai Karangria kini berada dalam kepemilikan aset Pemkot Manado.

Padahal, lanjut Roy, oleh pemerintahan telah menerbitkan surat keterangan yang menegaskan Pantai Karangria peruntukkannya sebagai lokasi tambatan perahu bagi nelayan.

“Dalam surat bertanggal 29 April 2010 itu menyatakan bahwa pemerintah menjamin keberadaan tambatan perahu di Kelurahan Bitung Karangria dan pemerintah kota Manado tidak akan mengubah fungsi tambatan perahu untuk kepentingan apapun,” ujar Roy seraya memperlihatkan surat dari sekretariat kota yang ditandatangani walikota masa itu, GS Vicky Lumentut.

Itu berarti menurut dia, sudah ada jaminan dari pemerintah bahwa Pantai Karangria ini fungsinya hanya sebagai tambatan perahu nelayan dan bukan untuk peruntukkan lain, apalagi untuk kepentingan reklamasi. (*)

Editor:
Ady Putong

Barta1.Com
Tags: Jatikalimasmanado utaraPantai Karangriareklamasi
ADVERTISEMENT
Ady Putong

Ady Putong

Jurnalis, editor. Redaktur Pelaksana di Barta1.com

Next Post
Lois Yunike Ginoga bersama kedua orang tua. (foto: istimewa)

Pakaikan Aksesoris Wisuda Ke Orang Tua, Lois Yunike Ginoga: Bentuk Terima Kasih

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Welfrits Jacobus: Soliditas dan Integritas Kunci Organisasi Profesional 26 Juni 2026
  • AMDATARA Resmi Hadir di Sulut, Berikut Susunan Pengurusnya 25 Juni 2026
  • Plt Bupati dan Ketua TP-PKK Membaur di HUT ke-168 GMIST Imanuel Kelling Balehumara 25 Juni 2026
  • Bupati Michael Thungari Promosikan Potensi Sangihe di Penutupan PENAS XVII 25 Juni 2026
  • Listrik Tanpa Kedip Kawal Kunjungan Presiden di PENAS XVII Gorontalo 25 Juni 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In