Manado,Barta1.com – Sekumpulan pemuda bersama nelayan Karang Ria, yang menolak reklamasi di Manado bagian utara, terus menggencarkan perlawanannya, tapi kali ini dengan cara yang berbeda, Daseng Karang Ria, senin (01/07/2024).
Dengan mengangkat tema solidaristreet pasar gratis, sembari bersenang-senang di pantai Karang Ria Manado dengan agenda pakaian gratis untuk semua, lapak baca, pameran seni dari sampah, bacarita santai dan workshop.

Bukan itu saja, melainkan juga dibuka sablon kaos gratis bertuliskan tolak reklamasi teluk Manado Bolevard II, pesisir Pantai Sindulang-Karang Ria, kemudian Maasing – Tumumpa.
Dalam kegiatan itu, terlihat juga Ing Samiadji, salah satu aktivis lingkungan yang selalu menampilkan kreativitasnya, melalui sampah bekas, kemudian diatur sedemikian rupa hingga berbentuk satwa dilindungi, seperti penyu. Bahkan terlihat wajah dari aktivis Wiji Tukul.
Kepada Barta1.com, Ing menyampaikan, di mana ada penindasan di situ solidaritas dibangun, salah satunya seperti kegiatan pada hari ini, di mana adanya solidaritas dalam mendukung masyarakat untuk menolak reklamasi pantai di Karang Ria dan sekitarnya.
“Alasan kami menolak reklamasi ini, dikarenakan laut sangat penting, apalagi bagi pesisir. Dan pantai secara gratis yang dimiliki Kota Manado, hanya Pantai Karang Ria ini. Jika ini dihilangkan, maka kita akan kehilangan Pantai yang gratis,” jelas Ing sambil mengatakan Reklamasi ini dampaknya akan sampai ke Pulau-pulau lainnya, salah satunya di Eko Wisata Bunaken.
Dampak lainnya, di mana nelayan akan kehilangan tambatan perahunya. Untuk itu, mari pertahankan dan jaga tempat ini, untuk generasi selanjutnya.
“Jadi, kehadiran kami di tempat ini karena ada beberapa kegiatan yang dibuat, berupa baca buku, pakaian gratis dan sablon, kemudian pameran lukisan dari sampah menjadi bagian untuk mengundang banyak orang, dan juga memberikan semangat kepada masyarakat untuk tidak berhenti dalam perjuangan,” tegasnya.
Lanjut anggota KMPA Tunas Hijau Airmadidi, bahwa solidaritas ini harus terus dibangun, setiap harinya. Dan berharap kegiatan seperti ini, akan terus berkelanjutan, sampai dinyatakan izin reklamasi ini dicabut. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post