Talaud, Barta1.com — Ada haru menyemai di sanubari Irwan Hasan SE saat mengunjungi warga di 103 kampung yang tersebar di pulau Karakelang, Salibabu, dan Kabaruan, Kabupaten Kepulauan Talaud. Ini terkait curhatan warga tentang kondisi hidup keseharian mereka yang memprihatinkan,
Dalam wawancara dengan Barta1.com Senin, (17/6/2024) pasca-kunjungan ke daerah perbatasan itu, Bakal Calon Bupati (Bacabup) Talaud dari koalisi Partai Golkar, Gerindra dan Perindo serta beberapa partai lainnya ini mengatakan, persoalan tidak terpenuhinya hak-hak dasar kehidupan warga merupakan topik utama yang wajib mendapatkan perhatian ke depan.
Hak-hak dasar yang dikeluhkan warga kata Irwan Hasan, misalnya adalah selalu mengalami persoalan tidak ada ketersediaan obat untuk pasien BPJS saat masuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talaud di Mala.
“Pasien BPJS justru diminta membeli obat sendiri di apotik. Itu artinya hak-hak dasar masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan telah diabai,” kata dia.
Sementara itu, Rumah Sakit Kabaruan yang nampak megah dibangun di pulau Kabaruan, hingga kini belum dioperasikan karena belum tersediannya alat-alat kesehatan dalam menopang pelayanan di rumah sakit itu.
“Curhatan warga ini membuah air mata saya meleleh. Hati saya tercekik melihat sinar mata mereka yang jujur mengungkap persoalan-persoalan hidup mereka yang diwarnai keterbatasan dan kemiskinan,” ujar Irwan Hasan.
Sebagian besar warga di kampung-kampung terpencil di kepulauan daerah perbatasan ini hidup di rumah-rumah sederhana yang nyaris tidak layak huni, tambah dia.
Sementara tingkat kemahalan kebutuhan pokok pangan membuat mereka nyaris tak mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Belum persoalan pendidikan dan beban biaya kuliah anak-anak yang masuk perguruan tinggi di luar daerah.
Gambaran kemiskinan di Talaud, kata tokoh Talaud –yang dikenal sabagai sosok yang peduli dengan kehidupan masyarakat di daerahnya itu lewat program bantuan sosial dan pengentasan kemiskinan yang sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir ini lewat Yayasan Poros Baru Porodisa ini–, dapat terbaca dengan mudah bila melihat rata-rata pendapatan perkapita Talaud dibanding daerah lain di Provinsi Sulawesi Utara.

“Rata-rata pendapatan perkapita di Talaud sebesar 29 juta pertahun. Artinya warga di sana hidup dengan 2,4 juta per bulan atau Rp 80.000 , per hari. Bila dibandingkan, angka pendapatan per kapita Talaud ini jauh di bawah pendapatan perkapita Kabupaten Sitaro yang sudah mendekati 40 juta per tahun,” ungkap Bakal Calon Bupati Talaud penyandang Sarjana Ekonomi dari Universitas Klabat ini.
Melihat dan mendengar langsung curhatan warga, sontak membuat hati saya kian terpanggil untuk berjuang bersama rakyat dalam membangun Talaud yang lebih baik ke depan.
Ini sebabnya, kata dia, kepada warga Talaud saya mohon dukungan doa kiranya langkah politiknya dari Bakal Calon Bupati bisa menjadi benar-benar Calon Bupati.
“Dan sekiranya saya dalam perkenanan Tuhan kemudian didukung rakyat Talaud menjadi Bupati, saya tidak mau berjanji yang muluk-muluk. Saya akan menaruh perhatian utama pada persoalan pembangunan pemenuhan hak-hak dasar kehidupan masyarakat Talaud,” ungkapnya.
Diketahui, lewat Yayasan Poros Baru Porodisa yang dipimpin Irwan Hasan sepanjang ini, putra Talaud yang juga pengusaha nasional itu secara berkala telah menyalurkan bantuan pangan, bedah rumah, penyaluran pupuk, bibit tanaman, serta bantuan di sektor kesehatan, pendidikan, budaya dan kerohanian, dalam beberapa tahun terakhir.
“Untuk menindaklanjuti program bedah rumah, saya akan mencari dana bantuan di luar dana-dana pemerintah daerah untuk membangun sebanyak 1500 rumah lewat program bedah rumah rakyat miskin, serta mendorong pemanfaatan lahan untuk tanaman-tanamam yang terkait kebutuhan pokok masyarakat,” ujarnya.
Dia juga mengatakan akan berjuang membangun asrama untuk para mahasiswa Talaud tanpa biaya sewa, agar tingkat pendidikan di daerah ini akan terus membaik. Juga program beasiswa bagi mereka.
Sementara untuk memompa rantai ekonomi menjadi baik, sektor perikanan akan menghadirkan pabrik perikanan di Talaud.
“Sejauh ini pabrik perikanan hanya di Bitung. Itu sebabnya diperlukan terobosan membangun pabrik perikanan di daerah kita agar terbuka lapangan pekerjaan bagi pencari kerja di Talaud. Hal ini harus dimulai dari membenahi sektor kelistrikan yang menjadi kendala utama investasi,” kata irwan.
Juga kata dia, akan memaksimalkan pemanfaatan dermaga-dermaga yang sudah dibangun agar menopang nilai tambah hasil produksi yang lebih baik. Dermaga kapal Ferry di Ganalo, harus dimaksimalkan untuk pemuatan kopra langsung ke Bitung hingga mendapatkan harga yang baik.
“Impian saya ke depan ingin menjadi kan daerah kelahiran saya ini menjadi kabupaten yang merdeka dari berbagai tekanan kehidupan, berdaulat secara ekonomi, dan bermartabat secara politik dan kebudayaan,” tutup figur Bacabup Talaud, yang sangat disayangi masyarakat ini. (*)
Penulis:
Iverdixon Tinungki


Discussion about this post