Manaodo, Barta – Pada perayaan kebangkitan seni budaya nusantara, Direktur Politeknik Negeri Manado, Dra Mareyke Alelo, MBA, mengatakan selamat menikmati ke Indonesia-an bagi semua civitas Politeknik Negeri Manado.
“Apalagi, bagi mahasiswa yang terlibat dalam mata kuliah wajib umum untuk mempresesntasikan seni budaya Nusantara sebagai bagian dari asesmen akhir,” ungkap Mareyke dalam sambutannya.
Untuk itu, kata dia, mari jaga persatuan ini, karena yang ada di sini, keberadaannya di negara yang kaya akan alam dan budaya yang diberikan Tuhan.

“Selamat menikmati acara ini, mari jadikan kampus sebagai tempat bersuka cita. Kampus harusnya menjadi tempat untuk bertukar ide. Kampus seharusnya menjadi tempat untuk membangun kolaborasi,” jelasnya.
lanjut perempuan asal Nusa Utara itu, mari menikmati masa di kampus, jangan berpikir jadul, ayo kembangkan ide-ide supaya kampus bisa lahir pemikiran yang konstruktif, yang bisa membangun kota, membangun desa dan negara.
Sedangkan Walikota Manado, Andrei Angouw, yang diwakili oleh Julises Oehlers, selaku asisten bidang pemerintahan dan kesejahteraan. Dalam sambutannya, mengucapkan rasa syukur karena bisa mengikuti acara kebangkitan seni budaya nusantara.
“Sebagaimana dipahami bersama bahwa negara kesatuan Republik Indonesia merupakan negara, yang memiliki berbagai macam kebuadayaan dari sabang sampai marauke,” terangnya.
Ia menambahkan, budaya-budaya tersebut merupakan peninggalan dari nenek moyang yang diturunkan kepada generasi saat ini, sebagai generasi penerus agar budaya itu tidak punah.
“Akan tetapi, pada kenyataannya banyak generasi muda yang kurang peduli dengan peninggalan budaya nenek moyang kita ini. Banyak sekali generasi muda, lebih memilih untuk mengikuti gaya hidup luar negeri. Banyak sekali generasi muda yang beranggapan bahwa budaya kita sudah kuno dan ketinggalan zaman,” tuturnya.
Berpijak dari pemahaman tersebut, Julies menyambut baik, penyelenggaraan kebangkitan seni budaya nusantara ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan kekayaan warisan budaya bangsa.
“Semoga kegiatan ini bisa menjadi media untuk membangun animo generasi muda dalam mengali dan memahami nilai-nilai budaya yang syarat dengan kearifan dan tata nilai yang asli. Pesan saya, agar acara ini dapat diadakan secara berkelanjutan di waktu-waktu mendatang,” ucapnya.

Di tempat yang sama, peserta pertukaran mahasiswa merdeka asal Bogor, Putri Nadia Gustina, menyambut baik adanya kegiatan kebangkitan seni budaya nusantara.
“Kegiatan ini sangat baik, guna menyadarkan generasi muda bahwa kekayaan budaya kita harus dilestarikan, baik tarian, nyayian, alat musik, pakaian adat, bahasa dan banyak lagi. dan hari ini, kami semua melakukannya,” ujarnya.
Menurut Putri, dirinya bahagia karena dia bisa menampilkan pakaian adat dari Sumatera Selatan. “Ini juga pertama kali saya pakai pakaian adatnya dan sangat senang sekali, sekirannya ketika kembali ke bogor, lebih mencintai budaya dan sekirannya mampu memberikan pemahaman kepada teman-teman mahasiswa di sana, bahwa budaya kita itu sangat penting untuk dilestarikan.”
Diketahui, penanggungjawab kegiatan kebangkitan seni budaya nusantara ini adalah Romana O.D Pesak, selaku ketua panitia yang mampu menampilkan berbagai kekayaan budaya di Indonesia. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post