• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Rabu, Mei 27, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Politik

Stop Pembangunan di Manado Utara, Yongkie Limen: Terlihat Kota Mati

by Meikel Eki Pontolondo
15 Mei 2024
in Politik
0
Anggota DPRD Sulut, Yongkie Limen. (foto: meikel/barta). (Foto: meikel/barta

Anggota DPRD Sulut, Yongkie Limen. (foto: meikel/barta). (Foto: meikel/barta

0
SHARES
131
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado,Barta1.com – Pada rapat pembahasan lanjutan Ranperda tentang pembangunan Industri Provinsi Sulut Tahun 2025 – 2045, yang dipimpin oleh anggota DPRD Sulut, Amir Liputo itu. Sempat menuai kritikan keras dari rekannya Yongkie Limen.

Di depan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Daniel Mewengkang. Yongkie menolak, adanya pembangunan Ruko di Manado Utara.

“Stop untuk dilakukan pembangunan di Manado Utara, jika itu tidak memiliki manfaat dengan masyarakat. Sebelum dilakukan reklamasi, sosialisasikan kepada masyarakat apa yang dibangun dan manfaat apa yang bisa didapatkan, jangan ditutup dengan seng, ketika masyarakat datang diperhadapkan dengan aparat,” tegasnya.

Kemudian, tegas Yongkie, jangan ada lagi pembangunan Ruko di Kota Manado, yang menyebabkan kota ini terlihat mati. “Kita bisa melihat banyak Ruko-ruko, yang sudah tutup dan tidak dimanfaatkan lagi. Contohnya, Boulivard, Mantos , Mega Mall dan Marina, terhitung 90% Ruko-ruko ini tidak dibuka lagi,” ucapnya.

“Jika ada pejabat yang mendukung pembangunan Ruko di Manado Utara, berarti dia terlibat dan tidak mencintai Kota Manado ini,”imbuhnya.

Bayangkan 1 meter 15 juta untuk membangun Mall, tambah Yongkie, dan sekarang sudah 25 Juta, berapa banyak timbunan yang akan dilakukan. Mereka tidak pusing, kota ini terlihat mati, yang terpenting mereka kaya.

“Sekali lagi, Jika ada pejabat yang mendukung pembangunan di Manado utara, berarti dia satu terlibat di dalamnya,” tuturnya.

Menurut Yongkie, jika pembangunan di Manado Utara tidak ada kejelasannya, dibangun untuk apa dan manfaatnya apa. Dirinya akan siap menolak.

“Manado Utara itu daerah wisata dan menjadi tempat sandaran para nelayan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, jika itu ditimbun, kemudian tidak tau kejelasannya apa, berarti mereka ingin Kota Manado itu terlihat mati, seperti beberapa lokasi yang sudah ada, yang terpenting mereka kaya,” tegas Yongkie lagi.

Mendengar hal ini, terlihat Daniel hanya tersenyum dan sesekali mengerahkan kepalanya pertanda dia telah mengetahui apa yang menjadi maksud dari anggota DPRD Provinsi Sulut dari FraksI Golkar ini.

Sedangkan Amir, menanggapinya dengan mengatakan ini akan menjadi masukan dan evaluasi ke depannya. (*)

Peliput: Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: amir liputoanggota DPRD SulutDaniel MewengkangDinas Perindustrian dan Perdagangan SulutPemabngunan Manado UtaraYongkie Limen
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
Suasana pesisir Pantai Karangria yang jadi bagian reklamasi Manado Utara. (foto: Barta1)

Nelayan Karangria: Hentikan Dulu Reklamasi di Manado Utara

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Museum Sulut Setelah Batal ‘Dijual’ 27 Mei 2026
  • Gubernur Yulius Selvanus Kebut Pemajuan Kebudayaan, Dari Museum Digital Hingga Perlindungan BPJS 1.000 Seniman 27 Mei 2026
  • Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum, Satreskrim Polres Kepualaun Talaud Bersosialisasi dan Diskusi Bersama PPNS 27 Mei 2026
  • Menakjubkan, Museum Sulut Pamerkan Artefak Nusa Utara Dari Masa 2 Juta Tahun Lalu 27 Mei 2026
  • Difasilitasi Plt Bupati Sitaro, Masjid Al Jihad Ulu Siau Terima Bantuan Hewan Kurban dari Gubernur 26 Mei 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In