Bitung, Barta1.com – Menjadi perbincangan, dimana Wesly Tamasiro ketua bidang bina prestasi Faji Bitung sempat mempertanyakan hasil pelaksanaan seleksi Pelatihan Daerah (PELATDA) Arung jeram untuk PON XXI Sulawesi Utara yang dikeluarkan Rabu, (3/4/2024) dirasa tidak adil untuk atlet Federasi Arung Jeram (FAJI) Bitung.
Pasalnya menurut Wesly sesuai data yang di terima dari atlet, hasil yang ada berubah dari data pencapaian atlet 17 Februari 2024 dirubah saat penentuan atlet yang lolos ke PON nanti.
“Di sini kita hanya meminta perjelasan kenapa sampai ada perbedaan dalam hasil pencapaian atlet dari yang tes February lalu dengan yang diberikan saat penentuan,” ungkap Wesly, Rabu, (10/4/2024).
Dirinya juga menyampaikan bahwa, di sini pihaknya tidak meminta atletnya untuk direkrut, tetapi hanya mempertanyakan terkait kejelasan penilaian yang diduga ada apa-apanya.
“Kalau berpikir kami meminta untuk merekrut atlet kami Melia itu salah besar. Kami hanya meminta kejelasan kenapa penilaiannya bisa berubah dan kami ingin Faji itu berkembang Tanpa ada permainan orang dalam, tetapi merekrut atlet harus sesuai hasil seleksi,” kata Wesly seraya menyampaikan bahwa kalaupun akan kembali merekrut atlet Melia, pihaknya juga tidak mengijinkan. Dia juga punya harga diri, jadi hanya ingin dia tidak dipermainkan.
Ia juga berpesan bahwa, jika ini masih tidak ada kejelasan dan tidak bisa dipertanggungjawabkan lebih baik mundur, kasihan hak orang lain ditentukan dengan keegoisan dan semoga ke depan bisa lebih baik dari saat ini.
“Menanggapi klarifikasi dari pengurus Pak Oliver yang menyatakan berita hoax di mana belum ada rilis resmi dari Pengda, saya hanya mau menanyakan bahwa kalau belum ada rilis resmi kenapa atlet sudah dikeluarkan dan kenapa sempat dijanjikan kalau atlet kami Melia boleh ikut , tetapi tidak sebagai atlet? dan kalau bukan atlet berarti dia latihan cuman untuk jadi official?”. Tegasnya.
Sementara itu, Pengurus Faji Sulut melalui Wakil Ketua 2 bidang bina prestasi kompetisi dan ekspedisi Faji Sulut Frangky Singkoh menyampaikan bahwa terkait masalah ini, dirinya sampai saat ini masih belum berkoordinasi dengan manager dan pelatih.
“Saya belum mendengar tentang penilan seleksi PON, cuma nantinya saya akan berkoordinasi kepada manager dan pelatih tentang permasalahan ini”. Terang singkoh melalui sambungan seluler. (*)
Editor: Meikel Pontolondo


Discussion about this post