Manado, Barta1.com – Renungan Kristen hari ini Sabtu, 6 April 2024 dikutip dari RHK GMIM adalah Melihat Yang Tidak Terlihat sesuai bacaan Alkitab Matius 28:10.
Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus, dan Salome melakukan apa yang diamanatkan oleh malaikat Tuhan kepada mereka. Karena mereka memang adalah tipe perempuan-perempuan yang setia pada Yesus. Mereka pergi cepat-cepat sambil berlari-lari untuk menemui murid-murid Yesus dan orang-orang lain yang sempat merek temui di mana saja, sesuai perintah malaikat itu.
Saat di tengah jalan itulah mereka terkejut tapi sangat bersukacita karena bertemu Orang yang mereka cari-cari. Sosok yang sangat mereka kagumi, hormati, banggakan dan agungkan ternyata ada di depan mata mereka. Dia menampakkan diri kepada mereka. Tak terlukiskan kebahagiaan dan kesukacitaan yang mereka rasakan.
Apalagi ketika itu Yesus langsung menyapa mereka dan memberi salam. Mereka sangat terharu, langsung memeluk kaki-Nya dan menyembah Tuhan dan Sang Guru Agung yang sangat mereka kasihi itu. Yesus kemudian berkata kepada mereka sama seperti yang disampaikan oleh malaikat-Nya kepada perempuan-perempuan pengikut setia Yesus ini. Yakni Jangan takut, mereka harus pergi memberitahukan kepada para murid-Nya tentang peristiwa itu, dan mereka harus pergi ke Galilea.
Yesus menyampaikan bahwa Dia akan bertemu dengan murid-murid-Nya, para pengikut serta saudara-saudara-Nya di Galilea. Di sana mereka akan bertemu dan melihat Yesus secara langsung. Yesus akan mendahului mereka ke Galilea. Sebab dari sana mereka memulai pelayanan, di sana jugalah mereka kembali mengawali pelayanan penginjilan pasca Yesus bangkit dan menjelang naik ke sorga.
Namun, setelah Yesus menampakkan diri kepada Maria Magdalena dan Maria yang lain, dan sebelum Yesus menampakkan diri kepada semua murid-Nya di Galilea dan terangkat ke sorga, Dia telah menampakkan diri kepada lebih dari 500 orang (1 Korintus 15:6).
Mendengar janji Yesus bahwa Dia akan berjumpa dengan mereka semua di Galilea, maka giranglah hati para perempuan itu. Mereka sangat antusias menerima pesan yang langsung mereka dengar dari Yesus sendiri. Hal itu membuat sukacita mereka melimpah. Sudah yakin dan tahu serta membuktikan sendiri Yesus bangkit, mereka dijanjikan masih akan bertemu dan melihat Yesus lagi.
Ketika Yesus masih mengajar dan melayani hingga melewati jalan Viadolorosa, dipaku di atas Kayu Salib, mati sampai dikuburkan, mereka tetap dan terus setia mendampingi atau mengikuti Yesus. Pengikut yang lain lari, tapi para perempuan ini tidak. Sampai mati dan dikuburkan, mereka tetap setia mengikuti Yesus. Itulah sebabnya, ketika mendengarkan Yesus mengatakan bahwa mereka akan melihat Yesus bersama dengan semua pengikut Yesus, mereka sangat antusias. Mereka sangat bahagia dan bergembira. Sukacita meliputi mereka dalam perjalanan pulang menemui para murid yang masih berkumpul pasca kematian Kristus di Kayu Salib.
Melihat Yesus merupakan suatu kebahagiaan yang tak terkatakan. Apalagi itu sudah para perempuan ini tahu bahwa Yesus sudah mati dan tak mungkin bertemu dengan-Nya lagi. Tapi faktanya, pikiran mereka dipatahkan oleh realita tentang Kristus yang adalah Tuhan. Semua yang Dia katakan semasih hidup terjadi. Dia memang mati tetapi bangkit hingga naik ke sorga. Semuanya itu membuktikan bahwa Yesus adalah benar-benar Tuhan sejati. Karena itu, melihat Yesus kembali seperti semula adalah hal yang sangat luar biasa bagi para perempuan itu.
Demikian firman Tuhan hari ini: Maka kata Yesus kepada mereka: “Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku, (ayat 10).
Sebagai umat Tuhan dalam kekinian, kita tentu tidak atau belum berjumpa dan melihat Kristus Tuhan, sebelum waktunya tiba. Kecuali orang-orang tertentu yang mungkin saja Tuhan perkenankan untuk bertemu dan melihat wajah-Nya. Akan tetapi sebagaimana yang dikatakan Yesus menanggapi keraguan dan ketidakpercayaan salah seorang murid-Nya yakni Didimus atau Tomas, justeru orang yang tidak melihat Yesus namun percaya, itu adalah orang yang berbahagia.
Kita yang hidup di era sekarang ini adalah orang yang paling berbahagia, karena kita percaya pada Yesus meski tidak melihat-Nya. Jadi, karena percaya, maka kita berbahagia melihat yang tidak terlihat, namun yang terus melihat hidup kita secara utuh dengan penuh cinta kasih dan sayang-Nya.
Karena iman, kita telah merasakan kehadiran Yesus di setiap jejak langkah hidup kita. Dia selalu hadir menemani kita, dalam suka maupun duka. Dia tahu hati kita. Dia selalu menolong, menyertai dan memberkati kita. Maka syukurilah kasih karunia-Nya yang tak terhingga dengan terus setia dan taat melakukan firman-Nya. Pastilah kita diberkati-Nya dalam segala hal, amin.
Penulis : Agustinus Hari
Sumber : RHK GMIM


Discussion about this post