Manado, Barta1.com – Jika disodorkan siapa nama pakar kepemiluan nasional dari Sulawesi Utara, pasti semua kalangan menyebut nama Dr Ferry Daud Liando SIP MSi.
Ya, wajar saja dengan pengalaman sebagai mantan jurnalis yang berintegritas serta memiliki seabrek prestasi dalam lingkup pegiat pemilu di Indonesia yang sudah teruji ketokohannya.
Maka sepantasnya mantan Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan dan Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Pembangunan (PSP) Pascasarjana Unsrat ini didaulat sebagai Dekan FISIP Unsrat Periode 2024-2028.
8 TAHUN TERTUNDA
Ada cerita menarik di balik terpilihnya Ferry Liando sebagai Dekan FISIP Unsrat Periode 2024-2028. Ternyata dirinya memendam jabatan tertinggi di fakultas selama 8 tahun.
“Saya teringat 8 tahun yang lalu. Waktu itu Ferry sebagai Ketua Senat FISIP seharusnya sudah pasti menggantikan saya. Sebab sudah didukung oleh mayoritas anggota senat dan sudah disetujui oleh rektor,” ujar Philip Regar, Jumat (5/4/2024).
Namun, dalam ketulusan dan kerendahan hatinya, ia mendatanginya menyampaikan bahwa ia senang atas dukungan kuat baginya. Tetapi Ferry saat itu mau memberi kesempatan kepada seniornya, dalam hal ini Dr Novie Revly Pioh M.Si.
“Saya menghormati dan menghargai sikap dan pilihanya. Ferry mengusulkan untuk bertemu dan memberitahu Novie Pioh. Lalu atas inisiatif Ferry, kami bertiga (Ferry, Novie, dan saya) bertemu di Hotel Grand Puri, menyampaikan dan meminta kesiapan pak Novie menjadi calon dekan berikut. Ferry memberi jaminan bahwa pendukungnya akan mendukung Novie. Sesudah pertemuan itu, semua proses berjalan mulus, Novie mendapat suara mayoritas senat dan dinyatakan sebagai Dekan terpilih, dan dihari yang sama pada jam 3 sore Novie dilantik sebagai dekan menggantikan saya,” ujar Regar.
Nah, 8 tahun kemudian Ferry terpilih dan dilantik menggantikan Novie. Ternyata Novie membuka jalan bagi Ferry yang memberi jalan baginya 8 tahun yang lalu. “Dekan Ferry dekan yang tertunda 8 tahun,” tuturnya.
Ferry Liando dikenal sebagai seorang akademisi yang handal sehingga diharapkan mampu membangun dan mengembangkan suasana akademik yang ‘tu mou tou’.
Sebagai aktivis mahasiswa internal dan eksternal kampus dijamannya, dan sebagai pendamping dan pembimbing mahasiwa masa kini, diharapkan Ferry mampu memotivasi gerakan-gerakan dan aktivitas kemahasiswaan yang produktif dan positif.
“Dengan pengalaman hubungan dan jaringan luas secara nasional dan internasional, Ferry diharapkan mampu membangun keunggulan FISIP dan menempatkan FISIP berperan aktif dalam perjalanan Unsrat menuju World Class University. Semoga menjadi dekan pengabdi dalam jabatan, bukan dekan penikmat jabatan,” imbuh Regar.
Ferry Liando usai dilantik menyampaikan akan menjalankan tugas dan amanah ini dengan penuh tanggungjawab. “Akan loyal kepada Rektor sebagai pimpinan tertinggi universitas,” katanya.
Diketahui saat pemilihan dekan Ferry Liando meraih 14 suara dari 20 suara yang ada. Disusul Dr Drs Johny Revo Tampi MSi yang meraih 6 suara, sedangkan satu calon lainnya, Dr Shirley Yvonne Viviane Irene Goni SSos MSi tidak mendapat suara.
Penulis : Agustinus Hari


Discussion about this post