Manado, Barta1.com – Dalam renungan Kristen Jumat, 22 Maret 2024 dikutip dalam RHK GMIM diberi judul: “Sangkamu Aku Penyamun? Sesuai bacaan Alkitab Lukas 22:52.
Sedikitpun Yesus tidak pernah melakukan yang jahat atau dosa. Apa yang Dia lakukan, semuanya baik dan benar bahkan menguntungkan bagi semua umat manusia, terutama orang Yahudi dan Israel. Tak ada yang salah dari apa yang sudah Dia lakukan. Kalau ada yang salah, itu orang yang salah menilai dan suka menyalahkan kebenaran dan kebaikan Kristus yang sejati dan sempurna yang sudah Dia lakukan. Sungguh tak ada satupun manusia seperti Yesus.
Apa yang Yesus ajarkan, semuanya untuk kepentingan dan keuntungan manusia. Keteladanan dan pengorbanan-Nya, semua Dia lakukan demi keselamatan dan kehidupan kekal umat manusia. Dia mengajarkan semua yang baik. Dia melakukan semua yang menguntungkan manusia. Tetapi semua kebaikan yang Dia lakukan, ditolak dan ditentang oleh imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua Yahudi. Padahal yang Yesus ajarkan dan teladankan adalah sesuai firman Tuhan. Para tokoh agama itu justeru menentang-Nya.
Yesus melakukan banyak mujizat. Yesus mengajarkan mereka untuk hidup saling mengasihi. Mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama sebagai kunci dari seluruh hukum Taurat. Yesus membuat banyak mujizat di depan mata mereka, yang mereka tahu tidak pernah terjadi di masa lampau, di zaman mereka bahkan di masa mendatang. Semuanya itu membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan. Dia adalah Mesias yang akan datang itu.
Sebab, tak ada satupun manusia, imam, nabi, raja, hakim atau siapapun yang bisa melakukan mujizat seperti yang Yesus lakukan itu. Yang kusta ditahirkan, yang lumpuh berjalan, sakit disembuhkan, mati dibangkitkan, air menjadi anggur, telinga putus disambung, 5000 orang makan kenyang dengan 5 roti dan 2 ikan, angin ribut diredakan dan banyak lagi.
Selain membuktikan bahwa itu hanya dapat dilakukan oleh Tuhan, mujizat Yesus itu juga dilakukan untuk menolong umat manusia. Artinya bahwa semua orang dapat ditolong dan diselamatkan hanya oleh Yesus Kristus saja. Karena Dialah satu-satunya Tuhan dan Juruselamat dunia. Hal ini memang membuat sangat banyak orang mengikuti Dia.
Dan, ini juga yang kemudian menjadi sumber masalah bagi para imam kepala, ahli Taurat dan tua-tua Yahudi. Mereka cemburu, iri, dengki dan sakit hati. Karena Yesus menjadi tenar dan idola baru bagi umat Tuhan. Maka, karena tiada daya, merekapun merencanakan yang jahat dan keji kepada Yesus. Mereka berusaha menangkap dan membunuh Yesus dengan tuduhan jahat dan semuanya tidak benar karena tidak terbukti sama sekali.
Bahkan, mereka bergerombol untuk menangkap Yesus. Mereka berkonspirasi dan melibatkan para Pengawal Bait Allah untuk menangkap Yesus yang tak bersalah dan tak berdaya. Karena mereka datang lengkap dengan pedang dan pentung. Mereka memberlakukan Yesus seperti penyamun. Padahal, Yesus adalah Manusia yang suci, benar, baik dan melakukan segalanya untuk kebaikan dan keselamatan manusia. Tetapi mereka memperlakukan Yesus layaknya penjahat kriminal kelas berat, mirip dengan perlakuan terhadap teroris. Padahal Yesus tidak sulit ditemui dan tidak sulit ditangkap, karena Yesus bukanlah pemberontak seperti yang mereka perlakukan itu.
Apa yang mereka lakukan kepada Yesus sungguh keterlaluan. Yesus diperlakukan seperti penyamun, begal, perampok, atau teroris dll. Hanya menangkap Yesus sendiri saja mereka mengerahkan pasukan yang besar. Para kepala pengawal Bait Allah lengkap dengan senjata ikut menyerbu. Yesus tidak melakukan perlawanan sedikitpun, kecuali sikap spontanitas Petrus yang telah ditegur oleh Yesus.
Hal itu memang merupakan penggenapan firman Tuhan dalam Lukas 22:37: “Sebab Aku berkata kepada kamu, bahwa nas Kitab Suci ini harus digenapi pada-Ku: Ia akan terhitung di antara pemberontak-pemberontak. Sebab apa yang tertulis tentang Aku sedang digenapi.” Jadi apa yang terjadi pada Yesus merupakan penggenapan dari nubuat Nabi Yesaya. Bahwa Dia akan diperlakukan sebagaimana seorang pemberontak atau penjahat. Di mana gerombolan itu menyerang-Nya dengan pedang dan pentung dengan sangat jahat.
Demikian firman Tuhan hari ini: Maka Yesus berkata kepada imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah serta tua-tua yang datang untuk menangkap Dia, kata-Nya: “Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung? (ayat 52).
Kita diingatkan agar jangan main hakim sendiri, suka menyerang orang lain. Sebaliknya, kasihilah sesama, apapun keadaan dan kesalahan sesama, ampunilah dan kasihilah sesama dengan tulus ikhlas, seperti yang Yesus teladankan. Jadilah berkat kepada semua orang dengan terus hidup mengasihi sesama tanpa pilih kasih dengan sungguh dan tulus. Tuhan melihat hati kita yang bersih dan tulus. Dia pasti melakukan yang paling baik untuk kita dalam segala hal, amin.
Penulis : Agustinus Hari
Sumber : RHK GMIM


Discussion about this post