Manado, Barta1.com – Dalam renungan Kristen sesuai RHK GMIM pada Sabtu 16 Maret 2024 diberi judul: Berkat Tidak Mengkhianati Kasih yang diambil dari bacaan Alkitab Matius 26:13.
Ada pepatah populer berbunyi: “hasil tak akan mengkhianati proses atau perjuangan.” Bisa juga dikatakan bahwa, “buah tidak akan mengkhianati pohonnya.” Hal itu identik dengan apa yang dialami oleh Maria, saudara Lazarus dan Marta, yang mengurapi atau meminyaki Yesus dengan minyak narwastu yang mahal harganya. Sebelum melakukan itu, Maria tidak berpikir akan mendapatkan sesuatu dari ekspresi hati dan kasihnya yang tulus kepada Yesus. Apa yang dia lakukan adalah murni sebagai rasa syukur tetapi juga pengagungan kepada Kristus, atas segala karya, berbagai perbuatan ajaib dan kebaikan-Nya yang agung dan maha besar bagi Maria dan seluruh umat manusia, seisi dunia, terutama bagi yang beriman dan percaya kepada-Nya.
Maria mengungkapkan rasa syukurnya tidak dengan maksud untuk mendapatkan nama, mendapatkan keuntungan pribadi maupun materi, jabatan ataupun ketenaran. Bagi dia, apa yang sudah, sedang dan akan Yesus lakukan bagi dirinya, sudah jauh lebih dari cukup. Bahkan kasih dan berkat-Nya melimpah ruah bagi hidupnya. Karena itu, dengan hati yang tulus, dia menyatakan rasa terima kasihnya kepada Kristus dengan memberikan apa yang paling baik dan paling berharga dari milik kepunyaannya secara materil. Yakni minyak narwastu yang mahal itu.
Dari apa yang dia lakukan itu, Maria tidak berharap untuk mendapatkan sesuatu yang lebih istimewa lagi dalam hidupnya, karena apa yang sudah Tuhan lakukan teramat sangat istimewa dan luar biasa baginya, sekalipun dia yakin Yesus sanggup melakukan apapun bagi hidupnya. Yesus telah melakukan segalanya bagi dunia ini, dan juga dirinya. Karena itu dia merasa sebagai kewajibannya untuk menyatakan tanda syukur kepada-Nya. Karena Yesus teramat sangat baik dalam segala hal.
Akan tetapi, apa yang tidak diharapkannya justeru terjadi di luar dugaannya sama sekali. Menanggapi pernyataan sinis Yudas terhadap Maria, Yesus justeru mengatakan bahwa si perempuan ini akan menikmati hasil kebaikan hatinya itu. Karena apa yang dia lakukan adalah baik kepada Tuhan. Yesus berjanji dan menjamin bahwa, ketika Injil diberitakan kemana saja di segala penjuru dunia, kebaikan yang dia lakukan itu akan disebutkan untuk mengingat dia (Maria). Sungguh sangat istimewa. Sungguh sangat membanggakan, mendapat kehormatan dari Kristus. Maria tidak menyangka bahwa kelak atas ketulusan hatinya itu, dia mendapatkan penghargaan dari Yesus sedemikian istimewa.
Yah, berkat dan anugerah Tuhan ternyata tidak mengingkari kebaikan dan kasih yang tulus dari Maria. Maria mendapatkan reward (penghargaan) yang tak diduganya semula. Sungguh Tuhan sangat menyayangi dan mengasihi orang-orang yang tulus hati dan selalu melakukan kebaikan dan kasih yang sungguh. Yesus sungguh dahsyat. Dia amat sangat maha adil, amat sangat maha baik dan amat sangat maha kasih. Nama Maria dan perbuatan baik oleh hatinya yang tulus itu dikenang dalam pemberitaan Injil Tuhan bagi dunia ini.
Hal itu terjadi karena Yesus mengetahui isi hati dan pikiran manusia. Dia juga maha adil dan karena itu, Dia tahu apa yang terbaik bagi umat-Nya. Yesus tidak akan mengingkari apalagi mengkhianati janji-Nya untuk menolong, membela, melindungi dan memberkati orang yang mengasihi Dia dan berbuat baik kepada-Nya. Termasuk kepada Maria yang telah berbuat baik kepada-Nya. Bahkan Yesus memberi bonus baginya, yakni akan selalu dikenang dalam pemberitaan Injil.
Itulah reward Kristus bagi orang yang memiliki hati yang tulus mengasihi Tuhan dan sesamanya. Jika kita hidup melakukan kebaikan kepada semua orang, apalagi kepada Tuhan, pasti kita menerima kasih karunia dan berkat melimpah. Jadi, berkat Tuhan tidak akan mengkhianati kasih dan ketulusan hati kita melakukan kebaikan kepada semua orang, apalagi kepada Tuhan. Seperti “hukum bejana berhubungan,” demikianlah akan terjadi adanya hubungan antara cara hidup kita yang baik dan mengasihi Tuhan dengan ketersediaan berkat dan kasih karunia yang Kristus sediakan untuk kita. Intinya, kita setia dan hidup dalam Tuhan, kita pasti diberkati melimpah oleh Tuhan. Seperti yang terjadi pada Maria, dia mendapatkan keistimewaan dari Allah karena ketulusan hatinya untuk setia dan berbuat baik kepada Tuhan.
Demikian firman Tuhan hari ini: “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia, (ay 13).
Sahabat Kristus, kita bersyukur menjadi umat yang beriman dan memiliki Yesus sebagai Tuhan kita. Karena Dia Tuhan yang maha baik dan maha adil. Keadilan-Nya sungguh agung. Dia tahu kedalaman hati kita.
Jika kita setia mewujudkan kasih dan melakukan kebaikan seperti ajaran dan teladan Kristus, maka sudah tersedia berkat, anugerah dan kasih karunia melimpah bagi kita. Milikilah hati yang tulus mengasihi Tuhan dan sesama. Jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri. Pertetapkan hati hidup setia dan taat pada-Nya. Tuhan pasti mengaruniakan hal istimewa dan ajaib bagi kita, lebih dari yang kita harapkan dan bayangkan, amin.
Penulis : Agustinus Hari
Sumber : RHK GMIM


Discussion about this post