Manado, Barta1.com – Dalam renungan Kristen pada Selasa, 12 Maret 2024, diberi judul: Muliakan dan Agungkan Yesus sebagaimana bacaan Alkitab dalam RHK GMIM Matius 26:6-7.
Yesus melakukan banyak mujizat dalam karya pelayanan-Nya di dunia. Banyak orang disembuhkan dari sakit, ditahirkan dari kusta, diampuni dan bertobat bahkan dibangkitkan dari kematiannya. Termasuk Simon kusta yang tinggal di Betania. Dia ditahirkan atau disembuhkan oleh Yesus. Maka tidak mengherankan ketika Yesus ada di Betania, Dia diteroma di rumah Simon melakukan perjamuan di sana bersama dengan murid-murid-Nya. Ini dilakukan Yesus setelah Dia selesai mengajar dan menjelang Dia ditangkap untuk disalibkan.
Waktu mereka sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan kepada Yesus. Dia membawa sebuah buli-buli pualam yang berisi minyak wangi yang mahal. Perempuan itu tidak lain adalah Maria saudara Marta dan Lazarus. Maria juga dikenal sebagai perempuan berdosa yang bertobat oleh pengajaran Yesus kemudian mengikuti Dia. Bahkan sering dianggap sebagai murid atau pengikut perempuan yang terus mengikuti Yesus tiada henti. Dia sangat mengasihi, menghormati, mengagungkan dan memuliakan Yesus.
Itulah sebabnya, saat Yesus sedang duduk makan dia mengurapi Yesus dengan minyak wangi yang mahal. Itu adalah minyak narwastu murni yang dikenal sebagai minyak wangi esensial atau minyak Atsiri murni yang dibuat dari daun, bunga atau kayu yang disuling. Dalam Yohanes 12 disebutkan bahwa Maria meminyaki Yesus di kaki-Nya, kemudian dia menyekanya dengan rambutnya. Minyak narwastu itu cukup banyak sebanyak setengah kati. Hal itu membuat suasana ruangan makan itu berbau harum semerbak. Harganya sudah tentu sangat mahal. Tapi, Maria rela melakukan itu sebagai tanda rasa hormat dan kekagumannya kepada Kristus. Sehingga dia tidak memikirkan lagi harganya.
Di rumah Simon si kusta itu selain murid-murid Yesus yang hadir, juga ada Lazarus dan Marta saudara mereka. Lazarus adalah orang yang dibangkitkan dari kematiannya oleh Yesus. Sehingga hidupnya selalu diliputi sukacita di dalam Kristus. Hidupnya adalah untuk Kristus saja. Dia hanya mau menyenangkan hati Tuhan saja. Karena dia sangat yakin, dia hanya boleh beroleh hidup yang benar dan sesungguhnya adalah hanya dalam Yesus. Karena itu bersama dengan saudara mereka Lazarus, Maria dan Marta, mereka selalu mengikuti Yesus dan mengabarkan Kabar Sukacita kepada banyak orang. Mereka terus melayani Tuhan ke mana saja pergi dan berada.
Ketika makan itu, Maria mengurapi Yesus, sedangkan Marta mendapat bagian tugas “konsumsi” atau mengatur makanan dll. Lazarus juga ikut melayani dan makan bersama Tuhan. Hal itu semua mereka lakukan sebagai ucapan syukur dan rasa terima kasih atas pertolongan dan kasih sayang Kristus yang tak terhingga bagi mereka maka mereka rela melakukan segalanya untuk kemuliaan Kristus.”Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu,” (Yoh 12:3).
Jadi, baik Simon sebagai tuan rumah maupun Maria si perempuan yang meminyaki Yesus, Marta yang dengan tekun melayani bersama Lazarus yang ikut makan bersama menemani Yesus, melakukan semuanya sebagai tanda kekaguman, rasa hormat, bangga dan syukur kepada Kristus yang sungguh telah menolong dan berkati kehidupan mereka secara heran dan luar biasa.
Pengurapan Maria kepada Yesus, bukan kebetulan. Justeru Kristus menyatakan bahwa apa yang dilakukan Maria itu merupakan pengurapan persiapan waktu Tuhan yang akan dikuburkan menjelang perayaan Paskah. Jadi, Maria melakukan semuanya itu sebagai dari lubuk hati yang paling dalam karena dia ingin memberikan yang paling baik bagi Sang Juruselamatnya itu. Itulah motivasi tulus dan murni dari hati terdalam baik oleh perempuan itu, maupun saudaranya Marta dan Lazarus serta Simon, si kusta itu.
Demikian firman Tuhan hari ini: Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan, (ay 6-7).
Sahabat Kristus, Yesus telah menderita sengsara, memikul Salib, disalib dan mati demi dosa kita. Dia telah berkorban segalanya untuk kita. Apakah jawaban kita kepada-Nya?
Berilah yang terbaik kepada-Nya sebagai ungkapan syukur dan terima kasih kita kepada-Nya, karena Dia telah melakukan segalanya bahkan mengorbankan diri-Nya untuk keselamatan kita. Muliakanlah Dia dan senangkanlah hati-Nya dengan selalu hidup sesuai firman-Nya. Tuhan pasti menyertai dan memberkati kita selamanya, amin.
Penulis : Agustinus Hari
Sumber : RHK GMIM


Discussion about this post