Manado, Barta1.com – Dalam renungan Kristen hari ini, Selasa, 5 Maret 2024, diberi judul: Murid yang Dikasihi Yesus dengan bacaan Yohanes 13:23-24.
Di antara 12 murid Yesus, ada satu murid-Nya yang sangat Dia sayangi. Dialah Yohanes anak Zebedeus. Kalau Yudas adalah murid yang paling dipercaya karena dipercayakan Yesus sebagai bendahara-Nya, maka Yohanes merupakan murid yang disayangi-Nya. Mengapa Yohanes lebih disayangi oleh Yesus dibanding murid-murid yang lain?
Yohanes adalah adik dari salah satu murid Yesus yakni Yakobus. Keduanya anak Zebedeus yang dipanggil dan secara bersamaan sebagai kakak beradik menjadi murid Yesus. Mereka dipanggil ketika bersama ayah mereka sedang membenahi jala mereka di pantai (tepi danau) Galilea, setelah Yesus sebelumnya memanggil 2 kakak beradik yakni Petrus dan Andreas menjadi murid-murid yang pertama (Mat 4:18-22).
Yohanes yang adalah rasul yang menulis Injil Yohanes selalu diperlakukan spesial oleh Yesus. Termasuk ketika Yesus mengadakan perjamuan bersama murid-murid-Nya, setelah sebelumnya Yesus melakukan pembasuhan kepada mereka. Saat itu, Yesus menyampaikan kepada mereka bahwa salah satu di antara 12 murid-Nya itu akan mengkhianati Dia. Namun, ketika Yesus sedang mengungkapkan perasaan kesedihan hati-Nya itu saat perjamuan, Yohanes yang duduk di samping kanan-Nya, menunjukkan kedekatannya dengan Yesus. Bahkan relatif bermakna dengan Yesus. Karena dia duduk sambil menyandarkan dirinya kepada Yesus. Posisinya sangat dekat bahkan melekat pada Yesus.
Yang menarik, hal itu tidak menimbulkan kecemburuan di antara para murid Yesus dengan keadaan Yohanes. Bahkan dalam berbagai kegiatan Yesus yang agak khusus seperti berdoa di bukit, masuk ke rumah Yairus dan beberapa kegiatan lainnya, Yohanes selalu turut serta hanya bersama Petrus dan terkadang dengan kakaknya Yakobus ataupun Andreas. Yohanes selalu ada di samping Yesus. Ternyata, dari 12 murid Yesus itu, Yohaneslah yang paling muda. Bahkan diungkapkan bahwa ketika itu Yohanes masih berusia sekitar 15 tahun. Selain itu, dia juga tipe penurut dan setia. Maka karena kemudaannya serta kepribadiannya itu, Yesus memperlakukan dia seperti dimanja. Padahal sebenarnya tidak juga. Karena Yesus mengasihi semua murid-Nya dan Dia tahu isi hati semua murid-Nya itu.
Itulah sebabnya dalam firman Tuhan disebutkan bahwa dia sebagai murid yang dikasihi-Nya. Bahkan untuk mengetahui siapa yang Yesus maksudkan yang akan mengkhianati Dia, Petrus harus minta bantuan Yohanes untuk menanyakan langsung kepada Sang Rabi. Petrus menggunakan bahasa isyarat kepada Yohanes agar dia menanyakan hal itu kepada Yesus. Karena posisi Yohanes yang memang bersandar kepada Yesus di meja perjamuan itu.
Meski memiliki hubungan yang sangat baik dan dekat dengan Yesus dan Kristus sangat mengasihi Yohanes, namun dia (Yohanes tentu tidak menyalahgunakan kedekatannya dengan Yesus untuk melakukan hal-hal yang tidak baik. Tetapi dia tetap menunjukkan sikap sebagai seorang murid yang baik, sekalipun dia paling belia dari semua murid Kristus saat itu. Itulah sebabnya, Yesus sangat mengasihi dia. Tetapi juga tidak berarti Yesus hanya mengasihi Yohanes. Sebab Kristus mengasihi semua murid-Nya dengan tulus bahkan rela berkorban untuk mereka. Jadi Yesus memperlakukan sama yakni mengasihi mereka secara sempurna dan mengajar mereka menjadi seorang murid dan hamba-Nya yang jauh lebih baik lagi. Termasuk Yohanes, namun dengan cara yang berbeda karena dia masih belia. Dan Petrus pun meminta dia langsung bertanya kepada Sang Maha Guru yang Maha Agung.
Demikian firman Tuhan hari ini: Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya. Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: “Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!, (ay 23-24).
Kita adalah murid Yesus zaman now. Kita bertugas mememberitakan Iinjil baik dalam bentuk kesaksian, persekutuan maupun diakonia (pelayanan). Sebagai murid Yesus kita dituntut untuk setia dan taat kepada-Nya, agar kita selamat dan diberkati-Nya untuk jadi berkat bagi semua orang di sekitar kita. Baik di lingkungan keluarga, jemaat, masyarakat, pergaulan dan lingkungan pekerjaan kita.
Kita sangat dikasihi Tuhan. Bahkan seperti Yohanes, sesungguhnya kita adalah orang-orang yang dikhususkan dan diistimewakan oleh Kristus, karena kita adalah anak-anak-Nya yang memelihara iman kepada-Nya dan terus melakukan kasih dan kebaikan dalam kebenaran Kristus kepada semua orang. Tetapi kalau kita tidak taat, sudah tentu dihukum.
Bersandarlah pada Yesus seperti Yohanes. Dia selalu berada dekat dengan Yesus. Kita juga harus dekat bahkan mendekap erat melekat kepada Kristus Yesua dengan terus setia dan taat pada-Nya. Itu menyenangkan hati-Nya. Pastilah kita dikasihi dan diberkati-Nya secara heran, dahsyat dan luar biasa, amin.
Penulis : Agustinus Hari
Sumber : RHK GMIM


Discussion about this post