Manado,Barta1.com – Berakit-rakit dahulu bersenang-senang kemudian, sebuah pepatah yang tak asing lagi di telinga masyarakat pada umumnya. Namun bagi Fabiola Trivena Wewengkang, pepatah itu menandakan bahwa dirinya mampu melewati medan di Gunung Lokon, kemudian bisa menikmati keindahannya.
Gunung yang keberadaannya di Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut), dengan ketinggian 1.580 M menjadi cerita tersendiri bagi perempuan kelahiran Tomohon, 27 Juli 1999 itu.
Menurut Fabiola, perjalanan menuju lokasi basecamp (tempat berkumpul) di Gunung Lokon tidak terlalu berbahaya dan sangat baik bagi pendaki pemula, termasuk dirinya. Karena medannya juga tidak terlalu terjal, namun mencapai lokasi tersebut membutuhkan tenaga ekstra.

“Perdana melakukan pendakian, dan tentunya yang namanya kecapean itu ada, tapi semua bisa dilewati dengan terus berusaha,” ungkap Fabiola kepada Barta1.com, selasa (5/03/2024).
Bebatuan, pasir, bahkan kerikil, kata Fabiola, akan ditemui dan dilalui oleh setiap pengunjung ketika melakukan pendakian di Gunung Lokon.
“Setelah melewati berbagai medan di Gunung Lokon, maka setiap pengunjung akan melihat keindahan sunrise, Kota Tomohon, bahkan kawah dari puncaknya,” ujar anak ke 2 dari 3 bersaudara dari pasangan Fredy Wewengkang dan Seska Tenda.
Intinya, tambah Fabiola, melihat Gunung Lokon dari puncaknya sangat menenangkan pikiran dan memuaskan hati. “Saya sudah ke 2 kali menjejaki Gunung Lokon ini, dan akan terus menjejakinya,” singkatnya.
“Selain Lokon ke depannya akan mencoba menjejaki Gunung lainnya yang ada di Sulut. Tentunya ketika ada perencanaan, ada hal yang perlu disiapkan juga, seperti fisik, mental dan perlengkapan yang memadai,” tuturnya.
Ia menambahkan, bahwa pendakian ini juga membuat setiap orang bisa bersilahturahmi dan saling mengenal satu dengan yang lainnya, mengingat juga Gunung Lokon ini banyak pengunjungnya, baik itu dari usia remaja, pemuda bahkan orang dewasa bersama keluarganya.
“Berkaitan dengan waktu perjalanan dari kaki Gunung Lokon sampai ke puncaknya memakan waktu 3 jam, itupun sudah terhitung dengan beristirahat saat diperjalanan,” ucapnya.
Diketahui, sampai saat ini Lokon dikenal sebagai Gunung aktif dan itu dibutikan dengan berbagai pemberitahuan siaga yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Sedangkan jarak Ibu Kota Sulut, yakni Kota Manado, menuju Gunung Lokon memakan waktu 57 menit saja dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun empat. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post