Manado, Barta1.com – Memiliki jalur ekstrim dan terjal sering membuat beberapa pendaki mengurung niatnya untuk bisa mencapai puncak Gunung Soputan.
Gunung yang keberadaannya di desa silian, kecamatan silian raya, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara (Sulut) itu, memiliki ketinggian 1.952 MDPL dan menjadi tantangan tersendiri bagi setiap pendaki.
Namun bagi sebagian pendaki medan yang ekstrim itu dijadikan sebagai tantangan yang harus dilewati. Begitulah yang dilakukan oleh Ramanti Glisti Ponahul, perempuan kelahiran Gorontalo, 29 Oktober 2003 itu bisa menginjak puncak Gunung Soputan, atau yang sering disebut banyak orang dengan puncak Gunung Mama Soputan.
Diketahui, Ramanti dan teman-temannya melakukan perjalanannya melalui jalur batu angus, setelah melewati desa silian. Dalam perjalanan itu berbagai rintangan dialami, seperti kabut lebat dan suhu yang dingin. Kemudian, adanya bebatuan yang berjatuhan membuat proses menuju puncak Gunung Soputan sempat terhambat.
Anak ke 2 dari 2 bersaudara dari pasangan Jefri Ponahul dan Norma A.iti menyebut, dalam melakukan pendakian di Gunung Soputan yang dikenal dengan pasir hitam dan bebatuan itu dibutuhkan ketanangan, kesabaran, dan kepercayaan diri. Itulah kuncinya.
“Ketika mendapatkan kesulitan saat melakukan perjalanan, saya dan 6 orang teman mencoba untuk saling menenangkan satu dengan yang lainnya. Ketika semuanya, sudah tenang baru berpikir bagaimana sampai ke puncak Gunung Soputan dengan keadaan selamat, karena yang terpenting adalah keselamatan,” ungkap Ramanti.
Kemudian Ramanti dan teman-temannya memastikan lokasi di mana mereka berhenti, yang dilihat itu berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Intinya untuk mencapai puncak Gunung Mama Soputan, setiap pendaki harus menyiapkan mental, fisik, dan perlengkapan yang memadai, mengingat perjalanannya antara hidup dan mati karena Gunungnya berlahar aktif sampai saat ini,” ujarnya.
Ketika semua bisa dilewati dengan baik, kata Ramanti, setiap pendaki akan disuguhkan dengan awan yang begitu indah, pepohonan, bahkan piramidnya.
“Pertama kalinya menginjak puncak Gunung Soputan saya meneteskan air mata, karena tidak terbayangkan bisa menggapainya, sekalipun diperjalanan sudah mengeluhkan dengan keadaan fisik dan medannya yang terlalu terjal,” terang Ramanti sembari menyebut perasaannya sudah campur aduk saat itu, tapi terbayarkan dengan satu pemandangan yang begitu indah.
Lanjut Ramanti, bahwa perjalanannya untuk mencapai puncak Mama Soputan memakan waktu 8 jam. “Kami memulai perjalanan itu pukul 22.00 Wita, dan tiba di puncak itu pukul 5.00 Wita,” singkatnya.
“Dari keindahan dan medan yang saya ceritakan di atas, ada pun hal yang dilihat saat perjalanan, di mana kami awalnya ada bertujuh, namun saat perjalanan sudah ketambahan 2 orang, dan saya tidak meresponnya dengan serius karena mungkin di Gunung seperti itu, mengingat saya juga sering melihat hal-hal seperti itu,” pungksnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post