Manado, Barta1.com – Renungan Kristen hari ini Sabtu Sabtu, 24 Februari 2024 diberi judul: Tinggalkan Domba, Ditinggalkan Allah sesuai bacaan Alkitab Zakharia 11:17.
Di zaman Zakharia dipanggil oleh Allah menjadi nabi yakni di zaman Darius raja Persia, di mana orang Israel masih dalam tawanan, para gembala yang menjadi pemimpin umat Yehuda maupun Israel, tidak ada yang melakukan kebaikan. Mereka tidak menjadi pemimpin yang baik. Mereka bukannya jadi teladan bagi umat, malah mereka jadi batu sandungan. Mereka mempraktikkan apa yang jahat di mata Tuhan dan berlaku tidak adil kepada domba-dombanya. Sesungguhnya mereka semua hidup dalam kejahatan, penuh lumuran dosa, lebih suka menyakiti dan menyiksa para domba daripada menolong dan mengasihi mereka.
Zakharia sangat tahu tabiat mereka. Maka meski kehadirannya ditentang oleh mereka, Zakharia tetap bersuara keras dan lantang memperingatkan para gembala pandir itu. Sebab kejahatan mereka sungguh berat, dosa mereka sangat banyak. Perbuatan mereka, tak ada yang baik. Semua yang mereka lakukan melawan Allah. Mereka menyakiti hati Tuhan. Mereka hanya hidup mementingkan dirinya sendiri dan abai terhadap domba-domba yang menjadi tanggungjawab untuk mereka bimbing, tuntun, lindungi bahkan beri makan. Mereka malah memakan dan mengorbankan dombanya untuk memenuhi keinginan, ambisi dan keserakahan serta hawa nafsu mereka sendiri.
Memang tugas seorang gembala itu berat. Tetapi sesungguhnya mulia. Satu hal yang harus disadari bahwa tugas menggembalakan adalah amanat Kristus. Semua orang Kristen memiliki tanggungjawab dalam tugas kegembalaan sesuai dengan anugerah dan kasih karunia Allah bagi setiap orang yang masing-masing berbeda. Dalam hal inilah dituntut tanggungjawab nabi Zakharia mengingatkan orang Yehuda dan Israel agar melakukan tanggungjawab sebagai gembala yang baik dalam kehidupannya di mana saja berada.
Dalam Yehezkiel 34:2-3, Allah berfirman: “Celakalah gembala-gembala Israel, yang menggembalakan dirinya sendiri! Bukankah domba-domba yang seharusnya digembalakan oleh gembala-gembala itu? Kamu menikmati susunya, dari bulunya kamu buat pakaian, yang gemuk kamu sembelih, tetapi domba-domba itu sendiri tidak kamu gembalakan.”
Para gembala hanya menguras domba-domba. Mereka mengambil untung saja, tetap membiarkannya tercerai berai, kelaparan, haus tak berdaya. Bukannya memberi makan dan minum, malah dombanya diperjualbelikan seenaknya untuk memenuhi hawa nafsu dunia mereka yang materialistis, tamak dan rakus.
Karena itu, Allah berfirman: “Aku sendiri akan menjadi lawan gembala-gembala itu dan Aku akan menuntut kembali domba-domba-Ku dari mereka dan akan memberhentikan mereka menggembalakan domba-domba-Ku. Gembala-gembala itu tidak akan terus lagi menggembalakan dirinya sendiri; Aku akan melepaskan domba-domba-Ku dari mulut mereka, sehingga tidak terus lagi menjadi makanannya.
Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan memperhatikan domba-domba-Ku dan akan mencarinya, (Yeh 34:10-11).
Perintah dan peringatan Tuhan itu juga dialamatkan bagi kita sebagai gembala masa kini. Allah ingin agar kita melaksanakan tugas sebagai gembala dengan baik. Jangan mengabaikan apalagi mengorbankan domba-domba kita, agar Allah tidak meninggalkan dan menghukum kita. Jika mereka lapar, kita harus beri makan, haus diberi minum, telanjang diberi pakaian, terancam ditolong, dalam bahaya harus dilindungi, yang sakit diberi obat dan disembuhkan. Ketika kita melakukan semua hal baik itu dengan kasih yang tulus kepada para domba itu, kita telah melakukannya untuk Tuhan.
Apapun yang baik yang kita lakukan kepada domba-domba kita, diperhitungkan Allah. Allah tahu lebih tahu dari diri kita, apa yang kita lakukan di dunia ini, terutama kepada orang-orang yang menjadi tanggungjawab kita untuk menggembalakannya. Segala sesuatu yang kita kerjakan untuk domba-domba kita, itu sepengetahuan Allah. Semua dicatat oleh Tuhan. Karena Dia Allah yang amat sangat mahatahu. Dia tahu apa yang kita lakukan, dan Dia tahu apa yang paling baik untuk hidup kita.
Demikian firman Tuhan hari ini: “Celakalah gembala-Ku yang pandir, yang meninggalkan domba-domba! Biarlah pedang menimpa lengannya dan menimpa mata kanannya! Biarlah lengannya kering sekering-keringnya, dan mata kanannya menjadi pudar sepudar-pudarnya, (ay 17).
Tunaikanlah tugas dan tanggungjawab pelayanan kita sebagai gembala yang baik. Jadilah gembala yang mendatangkan berkat bagi domba-domba yang Tuhan percayakan kepada kita.
Jangan jadi gembala pandir. Sebab itu akan membawa engkau dalam hukuman berat baik di bumi maupun di sorga. Maka jadilah gembala yang baik dengan mengasihi dan melakukan semua perintah Tuhan terhadap domba gembalaan kita. Sehingga dari cara hidup kita yang baik dan penuh kasih, nama Tuhan Yesus selalu dimuliakan, amin.
Penulis : Agustinus Hari
Sumber : RHK GMIM


Discussion about this post