Manado, Barta1.com – Dalam renungan Kristen Sabtu, 17 Februari 2024 diberi judul: Saksi Kristus yang Setia sesuai bacaan Alkitab 1 Timotius 2:7.
Tuhan Yesus memakai rasul Paulus sebagai saksi-Nya secara luar biasa. Dia diutus memberitakan Injil ke segala penjuru dunia atau di luar Yahudi (Israel). Paulus punya banyak pengikut, tak terkecuali anak muda seperti Timotius yang adalah anak sarani (baptis) dan Timotius. Pengajaran dan didikannya sungguh telah menjadi berkat bagi segala bangsa di dunia. Segala bangsa menjadi percaya kepada Yesus tidak lepas dari kesaksian dan pengajaran serta doa Paulus yang tiada henti dia lakukan, di mana saja dia berada. Bahkan di penjara sekalipun taka mampu menghalangi dia bersaksi tentang Kristus.
Ketika menulis surat penggembalaannya kepada Timotius (1 Timotius sekitar tahun 67 Masehi), pemerintahan Israel berada di bawah kekuasaan kekaisaran Romawi yang dipimpin oleh Nero, sebagai kaisarnya. Dia terkenal bengis dan anti orang Kristen. Bahkan dia menuduh orang Kristen memberontak dan membuat kekacauan di Roma sehingga dijadikannya alasan untuk membunuh dan membinasakan banyak orang Kristen. Bahkan orang Kristen dibakar hidup-hidup. Disiram Ter kemudian dibakar dijadikan seperti obor yang menyala.
Akan tetapi, Paulus menasihati Timotius dan semua orang ketika itu untuk mendoakan pemerintah, para raja dan pembesarnya. Padahal, pemerintah waktu itu melarang orang Kristen beribadah dan memberitakan Injil. Yang kedapatan akan dibunuh. Injil dihambat, tetapi terus merambat karena tak ada yang dapat membatasi Injil. Ajaran Paulus ini dilakukan oleh Timotius dan jemaat waktu itu. Kaisar Nero memang tidak bertobat. Kaisar berikutnya juga tidak. Mereka masih tetap menghambat kekristenan. Namun, Injil terus diberitakan meski di tengah tekanan ran ancaman pemerintah.
Jemaat tidak memusuhi pemerintah tetapi mendoakannya. Buah doa mereka itu, ada Kaisar yang percaya Yesus. Dialah Flavius Valerius Constantinus atau yang dikenal dengan Kaisar Constantinus Agung. Dia lahir Naissud (Serbia) 27 Februari 280 M. Dia menjadi kaisar Romawi pada 306-337M. Dialah yang menghentikan penganiayaan kepada orang Kristen. Bahkan dia juga akhirnya menjadi Santo (setara rasul) Constantinus Agung pada Gereja Ortodoks.
Tidak hanya itu. Berkat doa dan penginjilan yang mereka lakukan dengan tekun dan setia, akhirnya agama Kristen ditetapkan sebagai satu-satunya agama kekaisaran Romawi. Itu terjadi tahun 379-395 M, di zaman Kaisar Theodisius memerintah di Kekaisaran Romawi. Dia yang menjadikan Kekristenan Nicea sebagai gereja negara Kekaisaran Romawi. Dari sinilah agama Kristen berkembang sangat pesat. Hingga saat ini.
Semua itu adalah hasil doa yang tiada henti sekalipun menghadapi penganiayaan. Itu merupakan buah karya pemberitaan Injil yang tak pernah menyerah meski diserang, termasuk kepada pemerintah yang bengis sekalipun. Allah mengubahkan segalanya menjadi percaya pada-Nya. Saksi Kristus semakin banyak. Nama Tuhan terus diagungkan.
Begitulah cara Allah bekerja. Dia melakukan perkara besar yang tak mampu dipahami oleh kepikiran manusia. Kita hanya perlu sabar dan setia. Maka seperti Paulus yang adalah saksi dan rasul Kristus, marilah kita jadi saksi Kristus yang setia dan sabar melayani Dia dan memberitakan Injil-Nya kepada siapapun dalam kasih yang tulus seperti yang diteladankan Paulus.
Paulus tidak jago kandang. Dia tidak memberitakan Injil di negerinya (Yahudi/Israel) saja. Tapi ke segala bangsa yang dia tidak kenal. Tetapi dia yakin Allah mengenal mereka dan akan memperkenalkan dengannya. Maka tanpa ragu dia bersaksi dan mengajar banyak orang tentang Injil dalam iman dan kebenaran Kristus.
Paulus juga tidak egois dalam berdoa. Dia mengajarkan kita berdoa bukan hanya untuk diri sendiri, keluarga dan pelayanan kita saja. Tapi untuk semua orang, untuk pemerintah dan para pemimpin kita. Bahkan orang yang memusuhi atau menganiaya kitapun harus didoakan. Jangan dimusuhi. Karena kita adalah hamba Allah yang berlandaskan kasih kepada semua orang.
Demikian firman Tuhan hari ini: “Untuk kesaksian itulah aku telah ditetapkan sebagai pemberita dan rasul — yang kukatakan ini benar, aku tidak berdusta — dan sebagai pengajar orang-orang bukan Yahudi, dalam iman dan kebenaran,” (ay 7).
Beranilah memberitakan Injil dalam perkataan maupun perbuatan, sehingga kita menjadi surat Kristus yang terbuka kepada semua orang. Doakanlah semua orang. Tugas kita berdoa, melayani dan berusaha. Selebihnya adalah bagian Tuhan. Biarkan Dia yang berkarya. Dia pasti melakukan segalanya indah pada waktunya.
Kerjakan saja tugas dan tanggungjawab kita. Jadilah saksi Kristus yang setia. Tuhan tidak pernah tidur. Dia tahu yang kita kerjakan. Dia tahu kedalaman hati kita. Tuhan menyertai dan memberkati kita selamanya, amin.
Penulis : Agustinus Hari
Sumber : RHK GMIM


Discussion about this post