• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, April 19, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Renungan Kristen 23 Januari 2024: Diplomasi Damai di Tengah Konflik

by Agustinus Hari
23 Januari 2024
in Edukasi
0
Renungan Kristen 9 Januari 2024: Merasa Paling Benar dan Sombong Rohani

Ilustrasi renungan Kristen. (foto: istimewa)

0
SHARES
113
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Dalam Renungan Kristen Selasa hari ini, 23 Januari 2024 dengan judul: Diplomasi Damai di Tengah Konflik. Renungan Kristen ini sesuai dengan bacaan Alkitab Kisah Para Rasul 25:4-5.

Perkius Festus adalah suksesor Feliks sebagai wali negeri Yudea, yang beribukota di Kaisarea. Dia baru beberapa hari menjadi penguasa negeri atas penugasan kaisar Romawi. Karena itu, dia masih dalam proses adaptasi dan pengenalan lingkungan. Maka ketika terjadi persoalan di Yerusalem, meski baru 3 berada di Kaisarea, dia langsung menuju Yerusalem.

Sebagai orang baru di propinsi Yudea, Festus juga ingin merebut simpati dari kalangan tua-tua Yahudi. Sehingga meskipun dia tahu bahwa Paulus tidak bersalah dan tidak layak dihukum mati, tapi dia tidak serta Merta membela Paulus. Kondisi itu dimanfaatkan oleh imam-imam kepala dan tua-tua Yahudi bertemu dengan dia untuk mendapatkan anugerah berupa menyerahkan Paulus kepada mereka untuk dihukum sesuai tradisi (hukum) agama Yahudi. Ini karena mereka punya skenario jahat menghadang dan membunuh Paulus lewat komplotan penjahat.

Festus sudah mendapat masukkan, baik dari Feliks maupun Lisias, kepala pasukan tentang mereka. Sehingga sepak terjang dan trik serta siasat jahat para imam kepala dan tua-tua Yahudi itu sudah diketahuinya. Tetapi, dengan bijaksana dia tidak langsung menganulir permintaan mereka. Dia menjawab dengan diplomatis, sehingga dapat diterima oleh kedua belah pihak, baik para imam kepala cs maupun Paulus.

Jalan tengah sebagai tawaran diplomasi itu dia lakukan untuk mengamankan Paulus dan juga mencegah terjadinya huru hara akibat tindakan main hakim sendiri oleh mereka kepada Paulus. Sebab Paulus juga memiliki pengikut Jalan Tuhan yang tidak sedikit.

Festus menegaskan Paulus tetap di Kaisarea dan akan disidangkan di situ. Kepada imam kepala dan ahli taurat serta tua-tua Yahudi dia menawarkan agar mereka pergi ke Kaisarea menghadiri persidangan dan dapat mendakwa serta mengajukan gugatan kepada Paulus dengan harus didukung oleh bukti yang cukup. Diplomasi yang baik itu diterima baik oleh mereka. Sehingga, suasana damai meski dalam situasi tegang tetap terjaga. Proses hukum dilakukan secara obyektif kepada Paulus.

Gubernur Yudea itu tahu bahwa secara hukum maupun secara aturan agama, Paulus tidak bersalah. Dia tidak dapat dituntut hukuman mati. Dia layak bebas dan melanjutkan pekerjaannya itu. Tetapi, karena Paulus sudah mengajukan banding, maka urusannya harus diselesaikan secara hukum di Roma, di hadapan Kaisar. Karena itu dia menyarankan agar mereka datang dan hadir dalam persidangan netral, independen dan obyektif di hadapannya, di Kaisarea.

Tak ada satupun di antara mereka yang melawan atau menolak tawaran Festus. Dia berhasil mengendalikan situasi, dengan diplomasi yang baik, tetapi tetap tegas dalam penegakan hukum yang obyektif dan independen, tidak obyektif apalagi destruktif, provokatif dan brutal, seperti yang mereka rancangan.

Kepemimpinan yang baik ditunjukkan oleh Festus. Meski dia orang yang baru saja dipilih oleh kekaisaran Romawi menjadi gubernur di Yudea, tapi dia bersikap Arif dan bijaksana serta obyektif dalam menyelesaikan masalah. Sehingga kedua belah pihak sama-sama senang dan prosesnya berjalan obyektif, tidak subyektif. Aturan tetap ditegakkan. Dia mampu mengendalikan situasi yang sebenarnya sedang krisis dan kritis. Padahal, dia bukanlah orang Yahudi asli. Karena dia baru saja didatangkan dari Roma menggantikan Feliks.

Festus adalah pemimpin teladan. Dia bertindak obyektif, netral, tidak berpihak dan mengayomi semuanya. Padahal ancaman keamanan sedang menghadang. Tapi oleh diplomasinya yang baik, dia mampu mengendalikan situasi. Segalanya berjalan lancar dan damai. Kepribadiannya patut jadi contoh. Bahwa dalam situasi sulit, kita harus bijaksana mengatasinya. Jangan sampai pemimpin jadi provokator.

Demi kepentingan diri, keserakahan dan ambisinya, bertindak sewenang-wenang, sok kuasa dan otoriter. Tapi harus tahu diri dan membawa damai kepada masyarakat atau jemaatnya. Oleh keputusan Festus, mereka ikut ke Yerusalem. Festus tidak mengikuti skenario mereka, tapi merekalah yang harus ikut skenario Festus untuk pergi ke Kaisarea membuktikan dakwaannya disertai bukti-buktinya.

Demikian firman Tuhan hari ini: Tetapi Festus menjawab, bahwa Paulus tetap ditahan di Kaisarea dan bahwa ia sendiri bermaksud untuk segera kembali ke sana. Katanya: “Karena itu baiklah orang-orang yang berwewenang di antara kamu turut ke sana bersama-sama dengan aku dan mengajukan dakwaan terhadap dia, jika ada kesalahannya,” (ay 4-5).

Jadilah pemimpin yang baik, bukan provokator. Jaga diri dan jaga hati. Bangun kedamaian, jangan menjadi sumber konflik dalam masyarakat dan jemaat.

Jadilah pemimpin yang membawa damai dan kesejukan, adil dan obyektif menghadapi konflik. Sehingga kita jadi teladan dan berkat bagi semua orang. Hidup kita pasti selalu Tuhan Yesus berkati, amin.

Penulis : Agustinus Hari
Sumber : RHK GMIM

Barta1.Com
Tags: AlkitabKisah Para RasulRenungan KristenRHK GMIM
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Kapal LCT Bora V Tenggelam di Perairan Sitaro, 16 Awak dan Penumpang Hilang

Kapal LCT Bora V Tenggelam di Perairan Sitaro, 16 Awak dan Penumpang Hilang

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Dari Bibit Tomat hingga Rafting: Cara KMPA Tansa Rayakan Hari Bumi di Manado 19 April 2026
  • IKA Polimdo: Larangan Vape adalah Investasi Kesehatan Mahasiswa 19 April 2026
  • Kakanwil Kemenkumham Sulut Temui Gubernur Yulius Selvanus, Bahas Harmonisasi Ranpergub 19 April 2026
  • Mencari Grand Master Masa Depan dari Sulawesi Utara 19 April 2026
  • Pecatur Muda Memukau dan Ukir Prestasi di BNNP Sulut Cup 2026 18 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In