Sitaro, Barta1.com – Sulawesi Utara dua hari belakangan dihantam cuaca buruk, angin dan gelombang tinggi disertai hujan.
Akibatnya kapal LCT Bora V hilang kontak pada Minggu (21/1/2024) di perairan Pulau Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). “Hingga saat ini belum diketahui keberadaan kapal,” ujar Kepala Basarnas Manado Monce Brury, tadi malam.
Pelak saja, Basarnas Manado langsung mengerahkan KN Bima Sena dan kapal milik KPLP Bitung KN Gandiwa secara bergantian melakukan pencarian. “Iya dua kapal tersebut bertolak ke lokasi kejadian untuk melaksanakan pencarian. Namun belum berhasil menemukan para korban dalam kapal,” ujarnya.
Dalam kapal tersebut terdapat 10 Anak Buah Kapal (ABK) dan 6 orang warga yang ikut berlayar. Total jumlah penumpang 16 orang. Hanya saja tanda-tanda sudah mulai terlihat terkait keberadaan kapal itu dimana tim Basarnas menemukan life raft, lift jaket dan kursi di yang diperkirakan milik kapal LCT Bora V. “Semoga ada titik terang akan ditemukan,” kata Monce.
Sebelumnya, kapal LCT Bora V bertolak dari Bitung memuat barang milik PLN yang akan dibawa ke Tagulandang. Sayangnya belum sempat sampai tujuan kapal dihantam gelombang tinggi dan tenggelam. “Kami akan berupaya melakukan pencarian para korban. Kami juga akan berupaya berkoordinasi di Airnav apabila ada pesawat yang melintas di sekitar LKP,” ungkapnya.
Penulis : Agustinus Hari


Discussion about this post