Manado,Barta1.com – Evanglin Lombok, Mahasiswa Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menceritakan pengalamannya ketika mengikuti program merdeka belajar-kampus merdeka (MBKM).
Ketika mengetahui namanya menjadi bagian dari salah satu peserta program MBKM, Evanglin langsung bergegas mengatur barang-barangnya untuk menuju lokasi yang telah dipilih, yaitu Desa Bajo, Kecamatan Tatapan, Minsel.

Selama satu semester Evanglin menjadi tenaga pendidik di Sekolah Dasar (SD) Inpres Bajo. Evanglin tidak bergerak seorang diri, dia ditemani oleh peserta MBKM dari kampus tentangga, yaitu UNIMA untuk memberikan pembelajaran kepada anak-anak.
“Ini sebuah pengalaman berharga, di mana saya besiknya bukan seorang guru tanpa disadari bisa juga mengajar kepada anak-anak,” singkat Evanglin saat dihubungi Barta1.com, Senin (22/01/2024).

Menurut Evanglin, mereka memiliki jadwal mengajar 3 sampai 4 jam dalam sehari, bahkan lebih untuk kelas 1 sampai 6, dan masuk secara bergantian. “Pembelajaran yang sering saya dan teman-teman berikan kepada anak-anak itu tentang literasi dan numarisasi, serta pengetahuan umum,” ungkapnya.
“Tapi, ada satu siswa kelas 5 saat saya dan teman-teman, pertama kali mengajar di sekolah benar-benar tidak tau membaca, tapi seiring waktu anak tersebut ada perkembangan dalam membaca. Kami terus memberikan bimbingan kepada anak tersebut untuk membaca bahkan menghitung,” jelasnya.

Bukan itu saja, Evangling dan teman-temannya juga membuat pojok baca di kelas-kelas, kemudian mengajak anak-anak untuk melakukan kegiatan penghijauan di lingkungan sekolah, serta melakukan penataan perpustakaan.
Mahasiswa semester 6 ini berharap, semoga apa yang diberikan selama ini bisa menjadi bekal buat siswa-siswa SD Inpres Bajo ke depannya, dan apa yang ditinggalkan di sekolah kirannya bisa dibantu dirawat dan dijaga.

“Intinya program MBKM ini memberikan pengalaman yang baik, di mana kita boleh berkontribusi dalam memajukan dunia Pendidikan, sekalipun secara pribadi saya adalah mahasiswa Polimdo yang bukan dari Jurusan Pendidikan, tapi boleh mengambil kesempatan untuk bisa mengajar,” ucapnya.
Diketahui program MBKM yang diikuti oleh Evanglin Lombok dimulai sejak Agustus sampai Desember 2023. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post