Manado, Barta1.com – Renungan Kristen hari ini Sabtu 6 Januari 2024 dengan judul Melupakan Tuhan, Pasti Binasa yang diambil dari bacaan Ulangan 8 : 19 – 20.
Bangsa Israel memang adalah kesayangan dan umat pilihan Allah. Allah memperlakukan secara istimewa karena janji-Nya kepada nenek moyang mereka, Abraham, Ishak dan Yakub. Mereka percaya dan beriman kepada-Nya, setia dan taat melakukan kehendak dan firman Tuhan. Mereka sangat mengasihi Allah. Maka Allah berjanji memberkati mereka dan keturunan mereka dengan menjadikan mereka sebagai bangsa kesayangan dan biji mata Allah.
Akan tetapi, dalam perjalanan di Padang Gurun, bangsa itu menunjukkan sikap asli mereka sebagai pemberontak dan pengkhianat kepada pencipta-Nya. Padahal, segala sesuatu sudah Allah lakukan untuk kebaikan bagi mereka. Segalanya Tuhan siapkan sebagai wujud kasih Allah yang tak terbatas mereka, yang membuat bangsa-bangsa takut dan gentar kepada mereka karena kedahsyatan kuasa Allah yang menyertai dan melindungi mereka.
Maka peringatan keras disampaikan Musa kepada mereka karena pengalaman pahit di Padang Pasir, termasuk pemberontakan di Padang Gurun Sinai dan di beberapa tempat persinggahan lainnya. Allah menghukum mereka, hingga ada yang terkubur dalam tanah hidup-hidup, setelah tanah di sekitar mereka terbuka dan menelan mereka. Musa mengingatkan mereka bahwa Allah akan menghukum mereka juga secara demikian, jika mereka berlaku jahat, dengan melupakan Allah dalam hidup mereka di tanah perjanjian.
Dalam sejarah Alkitab, Israel memang bangsa yang tegar tengkuk bahkan bebal. Mereka sering melupakan Tuhan, terutama ketika mereka sudah diberkati atau berada di zona nyaman. Mereka dengan sengaja melupakan segala kebaikan Allah. Mereka seakan-akan tidak tahu padahal tahu tentang segala yang Tuhan lakukan bagi mereka. Mereka bahkan tidak mau tahu dengan segala perbuatan Allah yang ajaib bagi mereka, sehingga boleh menikmati segalanya dari Tuhan. Mereka tahu tetapi pura-pura tidak tahu dan sengaja melupakan kebaikan Allah karena keangkuhan mereka.
Itulah sebabnya, Musa menegaskan bahwa hukuman akan berlaku bagi mereka yang bebal yang melupakan segala kebaikan Tuhan. Mereka bahkan akan dibinasakan jika tidak bertobat. Namun jika bertobat, akan dibina agar ada efek jera dan kembali dipulihkan oleh Allah. Sehingga, berkat, rahmat, kasih karunia melimpah terus Tuhan anugerahkan bagi mereka ketika sudah berada di negeri yang telah dijanjikan Tuhan untuk diberikan-Nya kepada mereka.
Peringatan Allah itu adalah untuk kebaikan umat sendiri. Bahwa jika mereka ingin hidupnya diberkati dengan melimpah, umur panjang, sejahtera dan selamat, maka mereka harus mengikuti jalan Tuhan. Jangan sekali-kali melupakan apalagi menyangkali Allah dengan melakukan pengkhianatan yakni menyembah ilah lain. Orang yang demikian akan dibinasakan. Mereka tidak dibina lagi, tapi langsung dibinasakan, karena kekejian dan kejijikan perbuatan mereka yang jahat itu.
Seperti bangsa Israel melihat bangsa-bangsa lain dibinasakan Allah karena melawan umat kesayangan-Nya itu, demikian juga Allah akan lakukan kepada umat dan bangsa itu jika mereka berlaku bebal, degil, melupakan Tuhan dan meninggalkan Dia. Allah tidak akan berkompromi dengan para pengkhianat. Mereka pasti dibinasakan-Nya sesuai keadilan-Nya yang agung dan mulia itu. Allah mengasihi bukan berarti Allah berkompromi dengan kejahatan. Doa dan kejahatan adalah musuh orang beriman. Maka harus dijauhkan.
Orang yang melupakan Tuhan adalah orang bodoh, karena itu berarti kita membuang berkat dan anugerah melimpah, umur panjang dan kehidupan kekal. Sebab hidup bersama Tuhan adalah hidup yang bahagia sejahtera, aman, nyaman dan damai dalam segala hal. Umur panjang ada di tangan kita karena Allah menjamin seluruh keberadaan hidup kita. Maka dengarkanlah suara Tuhan, ikutilah kehendak-Nya dan lakukan firman-Nya dalam kesetiaan dan ketaatan.
Demikian firman Tuhan hari ini: Tetapi jika engkau sama sekali melupakan TUHAN, Allahmu, dan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya, aku memperingatkan kepadamu hari ini, bahwa kamu pasti binasa, seperti bangsa-bangsa, yang dibinasakan TUHAN di hadapanmu, kamu pun akan binasa, sebab kamu tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu,” (ay 19-20).
Kita telah menikmati Tuhan. Maka janganlah pura-pura tidak tahu atau tidak mau tahu. Jangan melupakan segala kebaikan Tuhan yang tiada henti tercurah atas kita. Syukurilah dengan hidup semakin erat melekat kepada-Nya. Pasrah penuh pada-Nya dan hidup sesuai firman-Nya.
Jangan lupakan segala kebaikan Tuhan. Jangan bebal dan jauhi yang jahat. Setia dan taatlah pada-Nya, layani Dia, rajinlah berdoa, baca firman dan bersekutu serta teruslah lakukan kebaikan. Kasihilah Tuhan dan sesama. Pasti Tuhan Yesus memberkati kita, amin.
Penulis : Agustinus Hari
Sumber : RHK GMIM


Discussion about this post