• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Kamis, Juni 11, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News

Pelestarian dan Ancaman Keberadaan Anoa di Sulut

by Redaksi Barta1
22 September 2023
in News
0
Pelestarian dan Ancaman Keberadaan Anoa di Sulut

Keberadaan anoa yang ada Anoa Breeding Centre Manado. (foto: meikel/barta1)

0
SHARES
261
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Beberapa satwa liar di Indonesia terancam punah, termasuk anoa. Ancaman itu sangat jelas di IUCN Red List Of Threatened Animal dan masuk dalam Appendix I Cites. Hal itu disampaikan langsung dokter Anoa Breeding Centre (ABC) Manado, drh Afifa Hasnah, pada kegiatan Ngobrol Pinter (NGOPI) yang diinisiasi The Society of Indonesia Enviromental Journalist (SIEJ) Simpul Sulut, Kamis (21/9/2023).

 

Teridentifikasi jumlahnya Anoa di Indonesia sebanyak  2500 ekor, dan kebanyakan keberadaanya di daratan  Sulawesi. Afifa menjelaskan, kepunahan habitat anoa diakibatkan oleh perburuan, kemudian rusaknya habitat akibat pertambangan, sehingga membuat satwa liar ini  terhimpit dan mudah untuk diburu. Semua akibat ulah manusia.

 

“Di Sulawesi Utara dahulunya ada anoa. Kemudian terjadi    kepunahan lokal dibeberapa daerah, seperti cagar alam Tangkoko,” ujar Afifa sembari menyebut anoa masih  bisa ditemukan di Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

 

Terkait data yang ditemukan di lapangan, setiap tahunnya ada 283 anoa diburu secara ilegal. Diburu untuk mendapatkan tanduknya, sebagai simpanan untuk trofi. Di samping itu, biasanya dagingnya dikonsumsi. “Bahkan BKSDA Sulut pun mendapatkan laporan masyarakat  terkait daging anoa yang diperjualbelikan di pasar,” tambahnya.

 

Jenis dan Ciri-Ciri Anoa

 

Menurut dokter Afifa, anoa terdiri dari dua spesies, yaitu anoa pengunungan (Bubalus Quarlesi) dan anoa dataran rendah (Bubalus Depressicornis). Keduanya hidup di habitat yang berbeda, anoa dataran rendah hidupnya sampai ketepian pantai. Sedangkan anoa pengunungan, hidup  diketinggian lebih dari 2300.

 

Terkait ciri-cirinya, anoa secara umum bagian lehernya ditemukan corak berwarna putih, seperti bulan sabit. Depressicornis nama latinnya  berunjuk pada tanduknya. Depressi itu tertekan, sedangkan Cornis itu tanduk. Bagian pangkal tanduknya itu seakan tertekan. Itulah yang membedakan anoa dataran rendah dan gunung.

 

“Kemudian lebih kokoh ukurannya. Sedangkan rambutnya cenderung kasar, kemudian lurus dan tipis. Lebih jelasnya lagi ada motif di bagian kakinya, seperti menggunakan kaos kaki,” imbuhnya.

 

Berkaitan dengan anoa gunung dewasa, bobot badannya hanya mencapai 50 sampai 70 kilo gram, kemudian di bagian lehernya tidak ada motif, tanduknya lebih kecil, tidak tertekan tanduknya, dan hanya silinder saja. Rambutnya seperti wol, dan kakinya jarang ditemukan motif.

 

Beragam Jenis Makanan Anoa

 

Anoa dikenal sebagai satwa herbivora. di Alam makanan-nya sangat bervariasi, baik itu rumput Australi, ubi,  jagung, wortel, kacang panjang, pepaya dan pisang. Buah yang paling disukai anoa adalah pisang. “Berdasarkan penelitian, makanan Anoah di Alam lebih dari 100 jenis.”

 

Cara Perkawinan dan Kelahiran Anoa

 

Secara genetika anoa memiliki perbedaan jumlah  kromosom. Meskipun sekilas sangat mirip, secara genetik sangat berbeda dan tidak bisa dilakukan perkawinan silang, antara anoa dataran rendah dan pegunungan.

 

Termasuk di ABC, kata Afifa, memiliki betina dewasa yang tidak pernah dikawinkan, karena  pasangan jantannya tidak ada. “Kami tidak berani mengawinkan anoa berbeda jenis, ketika itu dipaksakan akan menimbulkan spesies yang baru. Spesies yang baru ini tidak bisa menghasilkan keturunan lagi, dikarenakan genetiknya sudah tercampur,” ucapnya.

 

“Saat menikah anoa memiliki keunikan pada perilakunya. Meraka ini satwa yang soliter atau hidup menyendiri, ketika di Alam mereka  berkelompok berarti ingin kawin. Di ABC ini, kami tempatkan anoa  ini secara individu dan dipertemukan ketika betinanya ingin kawin,” jelasnya.

 

Sekalipun sudah berpasangan, mereka  berlarian bahkan berkelahi, ketika betina kalah baru terjadi perkawinan. “Jantan harus menunjukkan dominasinya. Perilaku ini diduga memicu mereka untuk keluar keringat, hormon, dan dari situlah betina dapat menyeleksi jantan yang paling unggul untuk menghasilkan keturunan yang unggul juga,” imbuhnya.

 

“Masa mengandung anoa  mencapai 9 sampai 10 bulan. Ketika anaknya lahir, induknya akan menyapih  anaknya kurang lebih selama 6 bulan. Di Alam pernah ditemukan menyapih itu bersamaan dengan jantannya, tetapi kami tidak mengambil resiko di ABC ini. Jadi kami tidak menyatukan anakan dengan bapaknya, melainkan dengan ibunya saja,” cetusnya.

 

Melatih anakan anoa untuk bertahan hidup, mencari jenis makanan, dan mengalih lubang  adalah induknya.

 

Ancaman PMK dan Zoonotik Pada Anoa

 

Penyakit pada anoa yang saat ini sudah mewabah sampai Sulawesi Utara adalah penyakit mulut dan kuku atau PMK (Penyakit  infeksi virus yang bersifat akut dan sangat menular). Sejauh ini kata Afifa, anoa di ABC terisolir dan tidak terjadi kontak dengan sapi liar.

 

 

“PMK sangat berbahaya dan tingkat kematiannya tinggi. Penyakit ini sering dialami oleh sapi, kerbau bahkan anoa, tetapi tidak berjangkit pada manusia. Kemudian berkaitan dengan penyakit Zoonotik pada Anoa  adalah  endoparasit atau cacing,” tandasnya.

 

Staf ABC Manado lainnya, Anita Mayasari, menyebut  setiap harinya anoa dilakukan pemeriksaan dan tidak menemukan penyakit yang berbahaya. Hanya saja, ada ektoparasit atau lalat yang sering hinggap ditubuh anoa, namun bisa  ditangani secara intensif oleh dokter.

 

Proses Anoa Kembali ke Habitatnya

 

Proses  pengembalian anoa ke habitatnya membutuhkan proses  panjang. Tidak mungkin dari kandang langsung dikeluarkan ke hutan, satu bahkan dua hari sudah mati akibat Manusia. Mengingat  sudah terbiasa, dengan manusia yang  membuat anoa itu  sulit untuk mandiri atau survive.

 

“Namun ada  satu anoa yang sudah dilakukan transisi lokasi di Taman Rawa Aopa Watumohai, namun hingga satu tahun lebih belum dilepaskan ke hutan. Anoa tersebut dibiarkan terlebih dahulu di Alam yang memilki luas 20 hektar, sampai dirinya keluar sendiri ke hutan yang dimaksud,” cetus Afifa.

 

 

Diakhir statemennya, Afifa meminta semua pihak, termasuk masyarakat untuk berperan penting dalam menjaga dan melindungi satwa yang dilindungi, yakni anoa. Diketahui beberapa anoa di ABC beserta namanya, diantaranya  Rambo, Denok, Manis, Rocky, Rita, Stella, Maesa, Anara, Raden, Bahen dan Laksmi.

 

Berangkat dari tema upaya konservasi Anoa. Hewan endemik Sulawesi. Mendorong beberapa anggota SIEJ Simpul Sulut melihat, sekaligus mempelajari  persoalan Anoa.

 

Koordinator SIEJ Simpul Sulut, Finda Muthar, mengatakan NGOPI merupakan program bulanan untuk memberikan pemahaman bagi para jurnalis tentang pentingnya pelestarian lingkungan.

 

Dia berharap, pemahaman yang komprehensif akan isu lingkungan dan konservasi  mampu mendorong karya Jurnalis yang bisa mengedukasi masyarakat, termasuk melindungi satwa langka, seperti anoa yang kerap diburu oleh manusia.

 

Peliput : Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: anoaAnoa Breeding Centre Manadosatwa endemikSIEJ Simpul SulutSulut
ADVERTISEMENT
Redaksi Barta1

Redaksi Barta1

Next Post
Dihadiri Gubernur, Unima Kukuhkan 8 Guru Besar Baru, Mister Gidion Maru Angka Kredit Tertinggi

Dihadiri Gubernur, Unima Kukuhkan 8 Guru Besar Baru, Mister Gidion Maru Angka Kredit Tertinggi

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Forkopimda Sangihe Bertolak ke Marore Salurkan Bantuan Gempa 10 Juni 2026
  • Jaga Populasi Ikan Langka, KKP Lepasliarkan 1.300 Ekor Cheilinus Undulatus 10 Juni 2026
  • Donor Darah Rutin, Wujud Nyata Kepedulian KSR PMI UPT Polimdo 10 Juni 2026
  • PBM – MB, Jurusan Teknik Elektro Polimdo Bawa Energi Hijau ke Permukiman Warga 10 Juni 2026
  • DPRD dan Polda Sulut Perkuat Pengawasan BBM Subsidi 10 Juni 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In