Sangihe, Barta1.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sangihe berhasil menekan angka putus sekolah. Hal ini disampakan Sekretaris Dinas Pendidikan Abednejo Hapendatu, hal ini dibuktikan dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) sudah 100 persen dan Angka Partisipasi Murni (APM) diangka 90an persen.
“Sehingga angka putus sekolah di Sangihe sudah sangat kecil,” ungkap Abednejo kepada awak media.
Lanjut dia, anak-anak yang putus sekolah terlayani dengan lembaga pendidikan non formal lewat kesetaraan paket A, B dan C.
“Dan di Sangihe ada 4 lembaga yang melayani pendidikan non formal yakni SKB Sangihe dan 3 lembaga yang didirikan masyarakat yakni Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM),” bebernya.
Menurutnya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi anak putus sekolah diantaranya, karena ikut orang tua bekerja di luar Daerah dan kenakalan remaja yang biasanya dialami anak-anak di usia SMP.
“Adapun rincian anak di Kabupaten Kepulauan Sangihe yang sementara mengenyam pendidikan diantaranya, jenjang anak usia dini berjumlah 4.931 orang, SD 10.748 orang, SMP 5.178 orang. Jumlah murid tersebut tersebar di 332 lembaga paud, 207 Sekolah Dasar, dan 62 Sekolah Menengah Pertama di Sangihe,” kunci Mantan Kabid Anggaran Nadan Keuangan Sangihe ini.
Peliput: Rendy Saselah

Discussion about this post