• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, Februari 15, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News
Dispora Sulut Diminta Perhatikan Kesejahteraan Atlet dengan Program Jelas

Anggota DPRD Sulut, Cindy Wurangian. (foto: meikel/barta1)

Gaji Guru di Sulut Masih Sentuh Rp 400 Ribu

by Agustinus Hari
10 Agustus 2023
in News
0
0
SHARES
226
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Nasib guru di Sulawesi Utara masih jauh dari kesejahteraan. Lihat saja, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulut, Cindy Wurangian mempertanyakan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), terkait guru honor di Bolaang Mongondow Raya (BMR) yang masih menerima Rp 400 ribu per bulan.

“Saya tidak bicara status, apakah seorang itu honor atau ASN. Terpenting dia adalah guru yang berdiri di depan siswa-siswi kita. Jika mereka mendapatkan honor sebesar Rp 400 ribu, kira-kira apa yang diajarkan kepada anak-anak kita,” tanya Cindy kepada Ketua TAPD Sulut, Steve Kepel di Ruang Paripurna DPRD Sulut, Selasa (8/8/2023).

Ia menambahkan, permasalahan ini dari tahun ke tahun terus terjadi, mungkin karena keterbatasan. Tenaga-tenaga guru-guru ini sangat penting bagi dunia pendidikan. “Kemudian dari dana BOS yang didapatkan. Tadinya kurang, akhir-akhir ini ditambah lagi, bahwa mereka diharuskan mengikuti pelatihan BPNP jika tidak salah ingat, dan pembiayaannya diambil dari dana bos ini,” terangnya.

“Jika tadinya tanpa pelatihan, kata Cindy, guru-guru menerima hanya Rp 400 ribu, ditambah lagi harus mengikuti pelatihan, kemudian diambil dari porsi dana bos juga, terus yang diterima tinggal berapa. Tolong ini menjadi perhatian. Jika mutu pendidikan kepada anak-anak kita tidak diperhatikan dari sekarang, maka kita bisa memprediksi keberadaan Sulut ke depannya seperti apa,” jelasnya.

Ketua TAPD Provinsi Sulut, Steve Kepel, mengarahkan kepada masalah ini kepada Kadis Pendidikan Femmy Suluh untuk menjawabnya. “Berkaitan dengan honor THL di lingkungan Dinas Pendidikan memang ada beberapa kategori honor. Pertama ada honorarium yang diangkat dengan SK Gubernur baik itu guru, tenaga kependidikan, maupun tenaga administrasi kurang lebih ada 3 ribuan. Tetapi, ada juga guru yang diangkat dengan SK kepala sekolah dengan menggunakan anggaran yang bersumber dari dana BOS, yang berkisar 1044 orang,” ujar Femmy.

Lanjutnya, terkait THL dibiayai dari APBD sesuai dengan SK Gubernur. Itu sudah ada standartnya yang mengikuti masa kerja, lama bekerja, dan latar belakang pendidikan. Tetapi, yang diangkat dengan SK kepala sekolah, itu yang bervariasi pendapatannya. Ada yang Rp 500 ribu, ada juga Rp 1 juta sampai Rp 2 juta.

“Jumlahnya pun disesuaikan dengan besaran di sekolah. Permasalahan ini kedepannya yang akan kami atur sebaik mungkin. Jika ada pengangkatan nantinya, kami akan menyesuaikan dengan analisis jabatan, beban kerja, termasuk kemampuan keuangan. Ini akan kami jadikan dasar dan akan membangun standar mekanisme untuk mengatur penataan guru yang belum terakomodir dengan P3K. Sebagai kadis yang baru juga, kami memohon bantuan dan dukungannya dari seluruh pimpinan dan anggota DPRD Sulut, untuk mengatur teknis dan mekanisme THL yang bersumber dari dana APBD melalui SK Gubernur atau kepala sekolah,” pungkasnya.

Diketahui, aspirasi yang disampaikan oleh anggota Fraksi Golkar ini pada saat pembahasan kebijakan umum APBD (KUA) dan prioritas platform anggaran sementara (PPAS) tahun 2024, yang dipimpin langsung oleh ketua DPRD Sulut Fransiskus Andi Silangen.

Peliput: Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: Cindy Wurangianfemmy suluhgajiGuruguru honorer
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Perda Jemaah Haji di Sulut Akan Segera Dibahas

Perda Jemaah Haji di Sulut Akan Segera Dibahas

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Warna-Warni Harapan di Dinding Manado, Aulia dan Goresan Kuas 15 Februari 2026
  • Pelestarian Lingkungan Tanpa Kesadaran Kelas: Ilusi Moral 14 Februari 2026
  • UM Manado Raih Kategori Stand Terbaik pada Penutupan Expo Sulawesi Education and Techno 2026 14 Februari 2026
  • Kunjungan Wakil Menteri UMKM RI dan Pimpinan BRI, Momentum Berharga bagi UD Lyvia Nusa Boga 14 Februari 2026
  • Kejari Bitung Tetapkan Tersangka Dua Eks Direksi PD Bangun Bitung 14 Februari 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In